BANJARMASIN-Hampir satu bulan, puluhan keluarga korban tenggelamnya KM virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa masih bertahan di pelabuhan Trisakti Banjarmasin menunggu kepastian kabar hasil operasi SAR terhadap sanak keluarga mereka yang menjadi korban. Keluarga korban mendesak operasi pengangkatan bangkai kapal (Salvage) dapat segera dilakukan.
Dalam pertemuan antara keluarga korban dengan perwakilan pemilik KM Virgo dan instansi terkait di kantor Pelindo, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu (7/10) petang, keluarga meminta kepastian operasi pengangkatan kapal dan kelanjutan operasi SAR terhadap korban. “Kami sudah sangat lelah menunggu hasil operasi SAR. Banyak biaya yang kami keluarkan, kami ingin segera pulang membawa jenazah keluarga kami ke kampung halaman,” ungkap Karina, perwakilan keluarga korban.
Karina yang orang tuanya asal Kudus, Jawa Tengah menjadi salah satu korban belum ditemukan, mendesak pihak operator kapal PT Virgo Karya Shiping memenuhi tanggungjawabnya terhadap korban. Selain mempercepat operasi SAR dan salvage, keluarga korban juga mempertanyakan masalah klaim asuransi korban dan kendaraan bermotor kepada pihak Jasa Raharja, hingga tali asih dari perusahaan kapal bagi korban yang tidak mempunyai ahli waris.
“Para keluarga korban ini khawatir jika pulang, operasi SAR berlarut-larut. Selain itu juga soal jaminan klaim asuransi dan proses pemulangan jenazah korban karena sebagian besar berasal dari luar daerah,” kata Karina. Belakangan juga diketahui adanya oknum tidak bertanggungjawab ingin memanfaatkan situasi dengan mengaku perwakilan asuransi menghubungi keluarga korban dan berjanji membantu proses klaim asuransi.
Perwakilan keluarga korban lainnya asal Flores Stephanus menegaskan pihak keluarga korban menuntut penemuan jasad tiga orang saudaranya. Ini berkaitan dengan proses ritual pemakaman adat di daerahnya. “Ini sudah pertemuan ke empat dan belum ada kepastian kapan operasi pengangkatan kapal dapat dilakukan,” tegas Stephanus dengan nada tinggi.
Pantauan Media, puluhan orang keluarga korban masih setia menunggu kabar operasi SAR terhadap sanak keluarga mereka. Setiap pagi hingga menjelang malam, keluarga korban berkumpul di terminal penumpang pelabuhan Trisakti. Pihak perusahaan kapal menempatkan para keluarga korban di dua hotel yaitu Hotel Citra dan Hotel 88 Banjarmasin. Selain penginapan, perusahaan kapal juga menanggung makan keluarga korban.
Kuasa hukum PT Virgo Karya Shipping, Rully Fakhrizal, mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal melakukan operasi SAR termasuk upaya operasi Salvage yang melibatkan asuransi kemaritiman dan operator pengangkatan kapal dari luar negeri. “Tentunya kamipun bersama tim SAR gabungan dan instansi lainnya ingin kasus ini cepat selesai, karena musibah ini benar-benar menguras tenaga, pikiran dan dana yang tidak sedikit. Namun semua memerlukan waktu dan prosedur yang harus dilalui. Kami mohon pengertian dari pihak keluarga korban untuk mengerti dan bersabar,” ujarnya.
Pihak operator kapal PT Virgo Karya Shipping, dijadwalkan Kamis (8/10) akan menurunkan tim selam untuk pendataan dan pengambilan gambar kondisi terkini bangkai kapal sebagai syarat dan data awal kepentingan operasi salvage. Jika memungkinkan tim selam juga akan melakukan operasi SAR bawah laut terhadap 53 korban yang hingga kini belum ditemukan. (L03)