14 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi

750 x 100 AD PLACEMENT

BANJARMASIN-Operasi SAR bawah laut yang dilakukan tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL pada hari ke 12, Kamis (24/9) terhadap korban KM Virgo Transport 8 berhasil mengevakuasi 14 korban dari dalam kapal yang tenggelam di perairan Laut Jawa. Balai Karantina Kesehatan (BKK) memperketat prosedur sanitasi dan dekontaminasi dalam proses evakuasi korban menyusul kondisi jasad korban yang sudah terlalu lama berada di dalam air.

“Perjuangan Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian bawah laut kembali membuahkan hasil. Pada hari ke 12 operasi SAR, tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi 14 orang,” ungkap Kepala Basan SAR Nasional, M Syafii.

Seluruh korban dievakuasi KN SAR Pacitan untuk kemudian diterbangkan ke Lanud Syamsudin Noor Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas HR-3604 dan Helikopter Panther TNI AL. Dengan penemuan 14 korban tersebut, hingga Kamis (24/9) tercatat 150 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Kabasarnas M. Syafii menegaskan, Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian secara maksimal, khususnya melalui penyelaman di dalam badan kapal.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pada bagian lain, Balai Karantina Kesehatan (BKK) memperketat prosedur sanitasi dan dekontaminasi dalam proses evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Langkah preventif wajib ini diberlakukan guna melindungi seluruh personel penyelamat serta masyarakat sekitar dari risiko ancaman bahaya biologis.

Koordinator Wilayah Kerja Bandara Syamsudin Noor BKK Kelas 1 Banjarmasin, dr. Hendy Nugraha, menegaskan pentingnya pengetatan prosedur kesehatan seiring bertambahnya durasi penanganan operasional SAR. “Kami memperketat prosedur untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit yang berasal dari jenazah. Fokus BKK adalah dekontaminasi armada angkut agar tidak menularkan apa pun kepada petugas maupun pihak lain,” kata dr. Hendy.

Sanitarian Balai Karantina Kesehatan, Rizal Ariadi, menjelaskan bahwa dekontaminasi armada dilakukan secara bertahap setelah melalui pembersihan awal. “Upaya evakuasi ini terkait disinfeksi alat angkut itu sendiri. Setelah dibersihkan dari segala macam bahan menggunakan sabun, disinfeksi dilakukan untuk membunuh bakteri yang mungkin masih menempel dari jenazah,” ujar Rizal.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sementara untuk sterilisasi personel, BKK berkolaborasi dengan pihak kepolisian dan Basarnas menyediakan bilik disinfektan khusus bagi petugas yang terlibat langsung dalam proses evakuasi. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :