BANJARBARU-Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni kembali memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah. Raja Juli harus mendarat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru akibat ditutupnya Bandara Tjilik Riwut Kalimantan Tengah karena kabut asap.
Menhut, Raja Juli dan rombongan mendarat di Bandara Syamsudin Noor sekitar pukul 09.30 wita dan sempat berkoordinasi dengan BPBD dan jajaran Satgas Karhutla Kalsel di terminal VIP. Menhut yang didampingi Kepala BNPB dan pejabat pusat lainnya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
“Pekatnya kabut asap akibat karhutla melumpuhkan aktivitas penerbangan di Kalimantan Tengah, sehingga Menhut dan rombongan harus mendarat di Kalsel,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra, usai menyambut dan menghadiri rakor singkat di Vip Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Senin (21/9).
Ronny menjelaskan, kondisi ruang udara dan operasional penerbangan di Kalsel saat ini relatif jauh lebih aman ketimbang provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. “Karhutla dan kabut asap di Kalsel memang masih ada tetapi hanya (delay) terjadi penundaan penerbangan pada pagi hari di waktu-waktu tertentu, secara umum aktivitas bandara di Kalsel tetap berjalan normal,” ujarnya.
Adapun sesuai agenda, rombongan dijadwalkan melakukan peninjauan ke daerah terdampak di Pulang Pisau, Kalteng. Dijadwalkan besok Selasa (22/9) Menhut akan melakukan peninjauan karhutla di Kalsel sebelum bertolak kembali ke Jakarta.
Kepala BNPB Letjend Suharyanto, menilai penanganan karhutla di wilayah Kalsel sejauh ini masih terkendali. Karena itu, BNPB memberikan instruksi khusus kepada BPBD Kalsel untuk membantu penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng, khususnya daerah Pulang Pisau.
Lumpuhnya operasional bandara di Kalteng berdampak langsung pada upaya pemadaman udara. Helikopter pemadam (water bombing) di Kalteng tidak dapat beroperasi maksimal akibat tertutupnya akses penerbangan. “Dikarenakan bandara di sana ditutup, helikopter water bombing tidak bisa bekerja dari Kalimantan Tengah. Rencananya, nantinya ada helikopter water bombing yang menangani Pulang Pisau dengan home base dari Kalimantan Selatan, yaitu di Lanud Sjamsudin Noor,” kata Ronny.
Dengan penunjukan Lanud Sjamsudin Noor sebagai pangkalan udara operasional bantuan, pemadaman karhutla di kawasan rawan Pulang Pisau diharapkan dapat tetap berjalan maksimal meski jalur udara setempat lumpuh. Data Pusdalops BPBD Kalsel, pada Senin (21/9) terpantau ada 32 titik api tersebar di sejumlah wilayah Kalsel dengan luas areal terbakar 192 hektare. (L03)