Ini Pertimbangan Teknis dalam Pengembangan Lapangan Gas

750 x 100 AD PLACEMENT

Pengembangan lapangan gas harus memperhatikan berbagai aspek agar seluruh proses eksplorasi, eksploitasi, hingga distribusi berjalan dengan baik. Praktisi migas Rudianto Rimbono menjelaskan sejumlah hal yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan lapangan gas, baik di laut (offshore) maupun di darat (onshore).

Untuk lapangan gas di laut, menurut dia, kondisi laut, kedalaman laut, reservoir, dan jarak dari pantai memengaruhi keputusan pengembangan. “Jarak antara sumber gas offshore dengan daratan menjadi pertimbangan awal dalam menentukan apakah gas diproses di offshore atau dialirkan ke darat,” kata Rudianto, Komisaris Utama PT Energi Mega Persada Tbk.

Jika jaraknya dekat dengan daratan, kata dia, secara default pemrosesan di darat dianggap lebih murah. Namun, asumsi tersebut tidak selalu benar karena kondisi teknis di darat harus diperhatikan. “Kondisi lahan, seperti rawa dan kawasan yang dilindungi, dapat menjadi kendala pembangunan fasilitas,” ujarnya.

Baca Juga :

Rudianto menjelaskan, secara umum fasilitas pemrosesan diupayakan sedekat mungkin dengan reservoir karena jarak yang semakin jauh dapat menyebabkan penurunan tekanan yang dapat mengurangi jumlah cadangan yang dapat diangkat secara natural. Untuk menambah tekanan, biasanya akan dibuat kompresor untuk mendorong supaya tekanan yang makin rendah ini masih bisa terjaga. Namun, kompresor tentu membutuhkan fasilitas pendukung agar dapat bekerja dengan baik.

750 x 100 AD PLACEMENT

Kedalaman laut berpengaruh terhadap biaya dan pilihan jenis fasilitas offshore. Pada laut dangkal, platform dapat dibangun langsung di atas lokasi sumur. Pada laut yang lebih dalam, pembangunan anjungan dan fondasi menjadi lebih mahal. “Kalau lautnya sudah terlalu dalam, pilihan-pilihan anjungan lepas pantai… ada tension leg, ada tool platform, dia akan diadu dengan subsea well,” kata Rudianto.

Ia menambahkan bahwa setiap alternatif teknis harus dianalisis bersama biaya modal (Capex) dan biaya operasional (Opex). Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi darat, kondisi masyarakat dan faktor sosial, serta lalu lintas kapal laut.

Menurut Rudianto, terdapat beberapa opsi pengolahan gas sebelum dikirim. Opsi pertama adalah melakukan pemrosesan gas sehingga kotoran dibuang. Opsi lain adalah mengeringkan gas tanpa membuang seluruh kotoran. “Kalau gas belum diproses, gas tersebut masih mengandung banyak impurities, sehingga material yang digunakan untuk menyalurkannya harus khusus. Salah satu solusinya adalah melakukan processing terlebih dahulu di offshore. Setelah gas diproses, baru kemudian gas tersebut dikirim melalui pipa,” ujarnya.(L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :