Wisata Tanjung Puting yang Mendunia

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Istimewa

Pagi itu ratusan orang memadati kawasan Dermaga Kumai di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah yang merupakan titik awal untuk menjelajahi Taman Nasional Tanjung Puting. Mereka adalah para wisatawan baik warga lokal, wisatawan nusantara dan banyak pula wisatawan asing dari berbagai negara.

Mereka terbagi dalam beberapa grup rombongan tour wisata yang dikelola para agen melalui paket open trip maupun private trip. Wisatawan nusantara umumnya memilih paket wisata open trip satu hari karena pertimbangan waktu dan biaya yang lebih hemat dibandingkan private trip.

Setelah mengikuti breafing tentang prosedure dan aturan-aturan saat mengunjungi TN Tanjung Puting, para wisatawan diangkut menggunakan kapal motor atau bus air berlayar menyusuri Sungai Sekonyer menuju pusat konservasi orangutan. Tercatat ada sekitar 170 kapal motor (klotok) yang melayani wisata ke TN Tanjung Puting.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sebagian kapal didesain lebih mirip hotel terapung dengan fasilitas lengkap seperti tempat tidur, tempat bersantai, kursi sofa dan ruang makan khusus. Kapal jenis ini biasa digunakan wisatawan untuk paket wisata bermalam di atas kapal di dalam kawasan TN Tanjung Puting selama beberapa hari.

Bus air atau kapal wisata ini berlayar pelan beriringan menyusuri Sungai Sekonyer yang memiliki air hitam kemerahan khas perairan rawa gambut. Di sisi kiri dan kanan sungai dipenuhi vegetasi tumbuhan khas rawa seperti Nipah, Pandan Rawa dan pepohonan mangrove dengan kerapatan tajuk sangat baik.

Perjalanan menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 35 kilometer ini memakan waktu 4 jam yang akan melewati beberapa pos pusat konservasi orang utan seperti Tanjung Harapan, Pondok Tanggui dan Camp Leakey yang merupakan camp konservasi tertua di kawasan TN Tanjung Puting. Juga Desa Sekonyer dihuni masyarakat adat yang tinggal di sisi luar taman nasional. Adapula beberapa resort di sepanjang tepi sungai.

“Kunjungan ke TNTP ini selalu ramai sepanjang tahun baik wisatawan dalam dan luar negeri. Jumlah wismannya menurut data mencapai 30 ribu orang sepanjang 2025. Ini menunjukkan TN Tanjung Puting dengan wisata unggulan konservasi orang utan ini merupakan wisata kelas dunia,” tutur Roy agen perjalanan wisata Red Monkey yang berafiliasi dengan Borneo Top Holiday.

750 x 100 AD PLACEMENT

Konservasi Orang Utan

Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi pertama yang ada di Indonesia untuk melindungi spesies Orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii). TN Tanjung Puting memiliki luas 415.040 hektare, terdiri dari Suaka Margasatwa Tanjung Puting (300.040 ha), Hutan Produksi 90.000 ha, (eks HPH PT. Hesubazah) dan Kawasan Perairan sekitar 25.000 hektare.

Selain orang utan, di kawasan TN Tanjung Puting terdapat spesies kunci yaitu Bekantan (Nasalis larvatus) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata). TN Tanjung Puting menjadi representasi kawasan lahan basah paling penting di Kalimantan Tengah yang berfungsi sebagai reservoir air, serta menjaga proses hidrologi, biologi dan ekologi ekosistem gambut serta keanekaragaman hayati di dalamnya. TN Tanjung Puting juga ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO pada Tahun 1977.

Meski habitatnya masih terjaga dan populasinya cukup banyak mencapai ribuan ekor, orang utan tidak dapat dijumpai setiap hari di camp konservasi ataupun lokasi pemberian makan (fiding). “Pada waktu-waktu tertentu orang utan tidak keluar ke lokasi fiding dan memilih mencari makan di hutan saat musim buah-buahan hutan,” ungkap Ami, pemandu wisata TN Tanjung Puting.

750 x 100 AD PLACEMENT

Namun wisatawan akan sangat mudah menjumpai kawanan kera maupun bekantan yang bergelantungan di pepohonan mangrove di sepanjang Sungai Sekonyer. Saat malam, sepanjang tepi Sungai Sekonyer dipadati kapal wisata yang umumnya membawa turis asing memilih labuh jangkar dan bermalam menikmati eksotisnya suasana malam hutan mangrove, sebelum kembali berpetualang di taman nasional keesokan harinya.

Hasni, wisatawan asal Makasar yang khusus datang ke TN Tanjung Puting menggunakan jalur laut, berharap pemerintah dan masyarakat dapat tetap menjaga kelestarian habitat orang utan dan keanekaragaman hayati yang menjadi ikon wisata di Kalimantan ini. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :