Kalsel Sentra Daging Putih Terbesar Kalimantan

750 x 100 AD PLACEMENT

BARABAI-Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, menargetkan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi sentra unggas (daging putih) utama di regional Kalimantan Selatan selain sapi dan kerbau. Kalsel dinilai memiliki kesiapan yang kuat untuk mendukung program nasional ketahanan pangan, energi, dan air (KSPEAN).

 

“Kalsel khususnya wilayah Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara sangat besar untuk memperkuat pasokan pangan hewani terutama unggas (daging putih) dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor,” ungkap Hanif, saat meninjau klaster peternakan itik Program SITI HAWA LARI di Desa Mahang Baru, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (15/6) petang.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Dalam kunjungan tersebut, Hanif melihat langsung pengembangan peternakan itik yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Kalimantan Selatan telah menunjukkan kesiapan dalam menjalankan berbagai kebijakan nasional yang berkaitan dengan percepatan swasembada pangan. Dukungan sumber daya alam, sumber daya manusia, serta komitmen pemerintah daerah menjadi modal penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

 

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Selatan, Suparmi, mengatakan klaster SITI HAWA LARI di Kalsel, telah berkembang menjadi 803 klaster yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dengan total populasi itik lebih dari 3,7 juta ekor itik. “Ini menempatkan Kalsel sebagai sentra utama daging putih di Kalimantan. Sektor ini juga melibatkan lebih dari 13 ribu keluarga peternak,” tuturnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Menurut Suparmi, pengembangan itik tidak hanya berfungsi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen peningkatan kesejahteraan warga pedesaan. Selain menghasilkan daging dan telur sebagai sumber protein, usaha peternakan itik dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga, membantu pengentasan kemiskinan, serta mendukung pengendalian stunting dan inflasi daerah.

 

Perwakilan peternak itik dari Kelompok Tani Maju Bersama Desa Mahang Baru, Muhammad Ansyari,

750 x 100 AD PLACEMENT

populasi ternak itik yang dibudidayakan 21 keluarga ini mencapai 36 ribu ekor itik dan mampu menghasilkan rata-rata 26 ribu butir telur setiap hari.

 

Selain Hulu Sungai Tengah sentra produksi itik terbesar di Kalsel berasal dari wilayah rawa Kabupaten Hulu Sungai Utara. Produksi telur dan daging itik Kalsel ini telah dipasarkan ke berbagai provinsi di Kalimantan dan Pulau Jawa.

 

Kunjungan Wamenko Bidang Pangan tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat para peternak untuk mengembangkan budidaya itik sebagai salah satu komoditas strategis Kalimantan Selatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :