Palangka Raya – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Upacara Hardiknas diikuti sekitar 2.000 peserta ini menjadi ruang memperteguh komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan. Mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, peringatan ini menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, yang hadir bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk memperkuat arah transformasi pendidikan nasional. “Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga proses memanusiakan manusia, membangun karakter, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Wamen Fajar yang hadir dalam balutan busana adat Kalimantan Tengah dengan ornamen Lilis Lamiang, manik-manik khas Dayak Ngaju yang sarat makna filosofis sebagai simbol perlindungan, kekuatan, dan kehormatan.
Ia menambahkan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan Hari Bumi ke-56 dan Hari Otonomi Daerah ke-30. Ketiga momentum tersebut mencerminkan keterkaitan erat antara pendidikan, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola daerah dalam membangun masa depan bangsa.
Sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia yang tidak sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan potensi, membangun karakter, dan memuliakan manusia sebagai makhluk yang bermartabat. Pendidikan diharapkan mampu membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, terampil, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, tangguh, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, transformasi pendidikan tidak lagi bertumpu pada pendekatan lama, melainkan bergerak menuju pembelajaran yang lebih mendalam agar peserta didik tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami, berpikir kritis, serta mampu mencipta.
Wamen Fajar juga menekankan bahwa guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru terus menjadi prioritas pemerintah. “Guru adalah pusat perubahan. Investasi pada guru adalah investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan kita,” tegasnya.
Selain itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman, sehat, dan inklusif, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada peserta didik, sejalan dengan peringatan Hari Bumi.
Di sela-sela rangkaian upacara, Ikrar Pelajar Indonesia bergema dan diikuti seluruh peserta didik sebagai wujud komitmen generasi muda dalam menjunjung nilai integritas, semangat belajar, dan karakter kebangsaan. Suasana khidmat juga dipertegas melalui doa lintas agama yang melibatkan perwakilan agama Islam, Kristen, dan Hindu, sebagai simbol harmoni, toleransi, dan kebhinekaan.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pendidikan dari pemerintah daerah secara simbolis oleh Wamendikdasmen bersama Gubernur Kalimantan Tengah kepada tiga perwakilan satuan pendidikan, yakni SMA Negeri 3 Palangka Raya, SMK Negeri 4 Palangka Raya, dan Sekolah Khusus Negeri 1 Palangka Raya.
Program bantuan perlengkapan sekolah ini memiliki total anggaran sekitar Rp58,8 miliar dan menjangkau sekitar 37.000 siswa di seluruh Kalimantan Tengah. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik.
Wamen juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, termasuk melalui program beasiswa dan penguatan sarana prasarana.
Pemerintah terus mendorong percepatan revitalisasi satuan pendidikan secara nasional. Pada tahun 2025, anggaran sebesar Rp16,9 triliun telah dialokasikan untuk lebih dari 16.000 satuan pendidikan. Pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau lebih banyak sekolah dengan prioritas pada satuan pendidikan rusak berat, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah terdampak bencana.
Di Provinsi Kalimantan Tengah, sebanyak 72 satuan pendidikan telah menerima program revitalisasi pada tahun sebelumnya. Pemerintah berharap jumlah tersebut dapat terus meningkat melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Selain itu, pemerintah mulai memperluas cakupan Program Indonesia Pintar (PIP) hingga jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sebagai bagian dari penguatan fondasi pendidikan sejak dini dan dukungan terhadap rencana kebijakan wajib belajar satu tahun pra-sekolah.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Wamen menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional. “Dari Palangka Raya, kita tegaskan komitmen bersama untuk membangun pendidikan yang cerdas, hijau, dan berkeadilan,” pungkasnya.(L03)