BANJARMASIN-Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan cukup semarak. Dihadapan ribuan buruh, Walikota Banjarmasin, M Yamin memanfaatkannya dengan mensosialisasikan penanganan sampah yang menjadi masalah krusial yang dihadapi kota tersebut.
Perayaan may day, Jumat (1/5) berlangsung di Balai Kota Banjarmasin yang dihadiri tak kurang 3.000 buruh yang tergabung dalam serikat pekerja buruh Kota Banjarmasin. May day kali ini mengusung tema Kolaborasi Bersama Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja.
Pada kesempatan itu, Walikota Banjarmasin, M Yamin mengajak seluruh elemen buruh, pengusaha, dan Aparatur Sipil Negara tidak hanya fokus pada kesejahteraan ekonomi, tetapi juga peduli terhadap lingkungan hidup serta penegakan hak-hak pekerja. “Saya ingin mengingatkan para perusahaan para pekerja bukan faktor produksi tapi mitra strategis. Untuk itu perlakukan mereka dengan adil,” kata Yamin.
Yamin juga memanfatkan perayaan may day ini dengan mensosialisasikan pentingnya penanganan sampah. Dirinya meminta agar kaum buruh ikut berpartisipasi dan menjadi pelopor dalam gerakan pengurangan sampah di lingkungan masing-masing. “Saya harap kita semua bisa memberikan contoh dalam pemilahan sampah plastik dan pengolahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Dukungan ini penting agar masalah sampah bisa segera teratasi, bahkan bisa memberi nilai tambah,” ujarnya.
Sampah menjadi masalah krusial dihadapi Kota Banjarmasin, dimana setiap harinya volume sampah dihasilkan mencapai 650 ton, terbesar di Kalsel. Banjarmasin sendiri belum keluar dari status darurat sampah dan mendapatkan sanksi berupa penutupan TPA Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Di tingkat provinsi perayaan may day berlangsung sejak 29 April kemarin yang dipusatkan di Markas Polresta Banjarmasin. Kegiatan ini dihadiri Gubernur Kalsel, Muhidin, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dan Forkopimda Kalsel.
Ketua DPD KSPSI Kalsel, Sadin Sasau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya peringatan May Day yang difasilitasi oleh Polda Kalsel bersama pemerintah provinsi Kalsel. Meski demikian, pihaknya tetap menyuarakan sejumlah aspirasi demi kesejahteraan buruh di daerah. (L03)