
BANJARBARU-Menghadapi libur lebaran Idul Fitri dan prediksi lonjakan wisatawan, pihak pengelola Kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan memperkuat jaringan internet dan sistem pembayaran non tunai demi kenyamanan dan kemudahan wisatawan.
“Tahura Sultan Adam tetap beroperasi saat libur lebaran Idul Fitri. Kita menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan dan demi kenyamanan pengunjung. Diantaranya penguatan jaringan internet dan sistem pembayaran non tunai,” ungkap
Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, Rabu (11/3).
Saat ini sistem pembayaran retribusi di kawasan wisata tersebut hampir seluruhnya sudah menggunakan metode non-tunai dengan bekerjasama Bank Indonesia. Sedangkan untuk jaringan internet, dibantu Dinas Kominfo Kalsel.
Kawasan wisata Tahura Sultan Adam dinilai tidak kalah dengan objek wisata di luar Kalimantan Selatan. Ini adalah sebuah kawasan ecowisata seluas 112.000 hektare yang membentang di dua kabupaten di Kalsel yaitu Banjar dan Tanah Laut. Kawasan wisata alam ini di dalamnya terdapat beragam spot wisata, baik yang dikelola pemerintah daerah melalui UPT Tahura Sultan Adam maupun dikelola masyarakat (Bumdes Wisata).
Kawasan wisata Tahura Mandiangin dan Tahura Bukit Batu adalah dua lokasi kawasan wisata yang dikelola pemerintah daerah. Obyek wisata alam perbukitan, hutan hujan, air terjun, kebun binatang, camping ground, out bond hingga obyek wisata bersejarah seperti rumah dan kolam belanda ada di kawasan wisata ini.
Terbaru Tahura Sultan Adam menyediakan wisata minat khusus yaitu Paralayang.
“Tahura Sultan Adam menjadi lumbung PAD Kalsel yang setiap tahun terus meningkat,” ujar Fatimatuzahra. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah wisatawan akan meningkat signifikan pada periode libur lebaran.
Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus menjaga keselamatan, pengelola menambah personel dan armada penjagaan di sejumlah titik rawan. Pengawasan diperketat terutama di area yang berisiko seperti kawasan Bukit Batu, kolam-kolam di Mandiangin, serta ruas jalan yang rawan kecelakaan.
Selain memasang rambu peringatan, petugas juga ditempatkan secara langsung di titik-titik tersebut untuk mengawasi aktivitas pengunjung. Pengelola Tahura Sultan Adam juga telah menyiapkan armada ambulans sendiri sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat. (L03)