BANJARBARU-Demi menghormati leluhur dan hutan adat serta menjaga kelestarian lingkungan, pendakian ke puncak tertimggi di Provinsi Kalimantan Selatan, Gunung Halau-halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah ditutup.
Penutupan ini berdasarkan kesepakatan dalam musyawarah dengan dihadiri oleh Pembakal Desa Juhu, Pembakal Desa Hinas Kiri, tokoh masyarakat dari kedua desa, Babinsa, perwakilan Kelompok Sadar Wisata dan warga sekitar yang digelar di Kantor Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur.
“Ya berdasarkan kesepakatan para tokoh adat, demi menghormati kawasan hutan adat dan mengantisipasi kerusakan lingkungan maka Gunung Halau-halau ditutup,” ungkap Rubi, tokoh masyarakat Desa Juhu yang juga Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel, Selasa (5/5).
Penutupan mulai berlaku sejak 1 Mei 2026. Keputusan ini cukup mengejutkan dan mendapat tanggapan beragam baik dari masyarakat khususnya para pendaki serta Pemkab Hulu Sungai Tengah yang meminta ada diskusi bersama terkait keputusan menutup Gunung Halau-halau.
Gunung Halau-halau (1901 mdpl) merupakan puncak gunung tertinggi di kawasan Pegunungan Meratus, Kalsel. Gunung ini menjadi populer di kalangan pendaki baik dari Kalsel hingga luar daerah. Bahkan aktivitas pendakian Gunung Halau-halau terbilang ramai dan mampu berkontribusi bagi pendapatan desa melalui Pokdarwis.
“Gunung ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kami. Sehingga perlindungannya menjadi tanggung jawab seluruh warga,” kata Rubi. Bagi masyarakat Desa Juhu dan Hinas Kiri, Gunung Halau-Halau bukan sekadar bentang alam. Kawasan tersebut diyakini memiliki nilai sakral dan keramat yang tidak boleh diganggu sembarangan.
Selain faktor kepercayaan, keputusan penutupan juga didorong oleh kekhawatiran terhadap kerusakan lingkungan. Selama ini, kawasan gunung kerap didatangi pengunjung, yang dinilai berpotensi mengganggu keseimbangan alam jika tidak dikendalikan sesuai kearifan lokal masyarakat adat.
Setidaknya ada sejumlah gunung atau kerap disebut Seven Summits di kawasan Pegunungan Meratus yang menjadi favorit para pendaki yaitu Gunung Halau-halau, Periuk, Hauk, Pindihan, Margaringsai, Aur Bunak dan Kahung. Gunung-gunung ini tersebar di beberapa wilayah kabupaten seperti Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Selatan dan Banjar. (L03)