Kalsel Siaga Bencana Hidrometeorologi

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Provinsi Kalimantan Selatan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, angin kencang dan rob seiring datangnya puncak musim hujan November 2025 hingga Januari 2026 mendatang.

Berdasarkan update kondisi prakiraan musim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel memprediksi sebagian besar wilayah Kalsel mengalami musim hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. “Saat ini Kalsel sudah masuk puncak musim penghujan sehingga perlu kewaspadaan ancaman bencana hidrometeorologi,” ungkap Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ketua Pokja Pengelolaan Data dan Informasi, Wiji Cahyadi.

Terkait hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Rabu (12/11) menggelar Apel Siaga Banjir dan Cuaca Ekstrem yang melibatkan BPBD dan unsur kebencanaan 13 kabupaten/kota se Kalsel. Apel juga ditandai parade kesiapsiagaan sarana dan personil penanggulangan bencana. Sebelumnya apel kesiapsiagaan juga digelar Polri secara nasional Oktober lalu.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menyampaikan instruksi Gubernur Kalsel agar Pemda 13 kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana hidrometeorologi.
“BMKG sudah menyampaikan bahwa sebagian besar wilayah Kalsel sudah memasuki kategori musim hujan yang diperkirakan hingga awal tahun depan dan puncaknya November-Desember,” ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan kondisi ancaman rob wilayah pesisir seiring tingginya intensitas hujan dan kondisi pasang laut dalam beberapa hari terakhir. Saat ini sejumlah wilayah dataran rendah seperti di Kabupaten Hulu Sungai Tengah terendam banjir, demikian juga dengan di sebagian Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala juga tergenang karena pengaruh pasang sungai.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dengan memperkuat mitigasi. “Selain sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan bencana, juga pemantauan langsung potensi bencana di lapangan hingga mengaktifkan peralatan early warninf sistem (EWS),” kata Bambang.

Bambang juga mengatakan bahwa indeks resiko bencana (IRB) Kalsel berhasil diturunkan. “IRB Kalsel tahun 2022 sebesar 1,29 kemudian tahun 2024 turun ke 1,22 atau dalam kategori sedang menurut BNPB,” ujarnya. Sedangkan indeks ketahanan daerah (IKD) Kalsel memgalami kenaikan di bidang kebencanaan. 2023 IKD Kalsel berada di angka 0,53 sehingga di 2024 berhasil naik menjadi 0,55. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :