
BANJARMASIN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus membangun kerjasama ekonomi di wilayah regional Kalimantan (Borneo). Rencana pembukaan rute penerbangan langsung ke Malaysia menjadi pintu masuk investasi, perdagangan dan pariwisata di kawasan Borneo.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Syarifudin, pada kegiatan Program Akselerasi UMKM Berorientasi Ekspor Borneo (Pamor Borneo) 2025 di Banjarmasin. Pamor Borneo akan berlangsung 20-24 Agustus 2025.
“Melalui even ini kita harapkan mampu daerah sekaligus memperluas jejaring kerja sama regional Kalimantan maupun internasional. Pamor Borneo 2025 merupakan kesempatan kita untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari UMKM, dunia usaha, hingga investor, agar potensi Kalsel semakin dikenal luas,” ujar Syarifudin.
Pamor Borneo 2025 mengangkat tema “The New Kalimantan: Accelerating Growth through Investment, Trade, and Tourism”. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dan Kalimantan yang tinggi, sebagai daerah kaya potensi dan peluang.
Dikatakan Syarifudin, Pemprov Kalsel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya agenda tahunan ini dan menegaskan, sejak digelar pada 2020, Pamor Borneo telah memberikan dampak positif bagi daerah. Melalui pameran produk unggulan, UMKM lokal mendapat ruang lebih besar untuk memperluas pasar sekaligus naik kelas.
“Even ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memperkuat UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” ujarnya. Borneo Business Investment Forum yang menjadi bagian Pamor Borneo 2025 merupakan sarana penting dalam menarik investasi.
Demikian juga keberadaan Geopark Meratus ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark, menjadi peluang untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal. Termasuk rencana pembukaan rute penerbangan langsung dari Kalsel ke Kuala Lumpur, Malaysia menjadi pintu masuk investasi, perdagangan dan pariwisata di kawasan Borneo. (L03)