BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan sosialisasi peluang dan edukasi tentang pertanian modern dalam rangka menarik minat generasi muda untuk menggeluti dunia pertanian. Kalsel menjadi sentra pangan utama di regional Kalimantan.
Edukasi pertanian modern ini terlihat pada anjungan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel pada even Kalsel Expo 2026 di Banjarbaru. Setiap harinya anjungan ini menggelar berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang inovasi dan perkembangan pertanian modern kepada para pengunjung.
Anjungan Dinas PKP Kalsel menampil beragam produk, peralatan hingga inovasi pertanian. Salah satu yang menarik adalah traktor apung untuk pengolahan lahan di lahan basah atau rawa. “Melalui kegiatan pameran yang kita ikuti setiap tahun, kita ingin mensosialisasi dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda tentang peluang besar di sektor pertanian ini,” ungkap Kepala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, Minggu (16/8).
Ditegaskan Syamsir, sektor pertanian dan ketahanan pangan menjadi sektor yang vital di masa depan. Hal ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri bahkan menguasai pangan dunia. Namun di sisi lain, sektor pertanian menghadapi tantangan antara lain semakin berkurangnya jumlah petani dan lahan pertanian menghadapi alih fungsi lahan, serta perubahan iklim.
“Masalah lainnya adalah kurangnya minat generasi muda terjun ke dunia pertanian. Para petani kita mayoritas orang tua, sehingga perlu adanya regenerasi petani dan tentunya harus berkembangan melalui sistem pertanian modern, mekanisasi dan inovasi,” tutur Syamsir.
Kalsel tercatat sebagai daerah lumbung pangan nasional, khususnya regional Kalimantan dengan produksi padi tahun 2025 mencapai 1,179 juta ton. Tahun 2026 target produksi kita sebanyak 1,3 juta ton atau naik 15 persen
Menyinggung soal kondisi kemarau serta kebakaran hutan dan lahan, Syamsir mengakui saat ini ada sekitar 6.000 hektare tanaman padi di sejumlah daerah yang mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Namun dirinya memastikan produksi padi Kalsel tetap stabil karena sebagian daerah telah memasuki musim panen raya. Termasuk pemanfaatan lahan rawa untuk tanam padi dan palawija seluas 15 ribu hektare.
Anjungan Dinas PKP Kalsel pada Expo Kalsel 2026 juga menampilkan aneka produk pertanian unggulan termasuk buah-buahan lokal seperti buah mentega, kapul dan mata kucing yang hampir punah. (L03)