Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Terhadap Lansia yang Diduga Tenggelam di Sungai Haur Gading

750 x 100 AD PLACEMENT

AMUNTAI-kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin melalui Pos SAR Tabalong secara resmi memulai operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang lansia yang dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran sungai Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan.

Kronologi Kejadian Peristiwa bermula pada Rabu (01/04) sekitar pukul 17.30 WITA. Berdasarkan laporan yang diterima, pihak keluarga yang mendatangi kediaman korban, Hj. Sawasa (79), tidak menemukan keberadaan korban di dalam rumah sebagaimana biasanya. Upaya pencarian mandiri segera dilakukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar di area sekitar rumah dan bantaran sungai.

Kecurigaan bahwa korban terjatuh ke sungai menguat setelah warga menemukan barang-barang milik korban berupa tongkat dan kain dalaman jilbab di tepi sungai. Meskipun warga telah melakukan penyisiran awal di sepanjang aliran sungai, korban belum berhasil ditemukan hingga informasi ini diteruskan ke pihak berwenang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pelaksanaan Operasi SAR
Merespons laporan tersebut, pada pukul 22.30 WITA, Basarnas Banjarmasin segera memberangkatkan satu Tim Rescue dari Pos SAR Tabalong yang beranggotakan lima orang personel. Tim bergerak menggunakan unit Rescue Car Hilux dengan membawa perlengkapan evakuasi lengkap.
Operasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur SAR, di antaranya:
* Pos SAR Tabalong
* BPBD Kabupaten HSU
* KGE (Komunitas Gabungan Emergency)
* Relawan APS
* TRT Tapin
* Warga setempat
Tim dibekali dengan Alut (Alat Utama) dan Palsar (Peralatan SAR) berupa perahu karet (Rubber Boat) yang dilengkapi mesin motor tempel (Mopel), alat komunikasi (Alkom), serta satu set peralatan water rescue untuk mendukung proses penyisiran di perairan.

Pernyataan Resmi
Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, menyatakan bahwa tim saat ini tengah berkoordinasi di lapangan untuk menentukan titik pencarian awal berdasarkan lokasi penemuan barang bukti milik korban.
> “Kami telah menginstruksikan tim di lapangan untuk segera melakukan koordinasi dengan unsur potensi SAR yang sudah ada di lokasi. Fokus utama kami adalah melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi penemuan barang milik korban. Mengingat kondisi usia korban yang sudah lanjut, yakni 79 tahun, kecepatan dan ketepatan informasi sangat krusial dalam operasi ini,” ujar I Putu Sudayana.
>
Beliau juga menambahkan mengenai kendala cuaca dan memberikan imbauan kepada masyarakat setempat.
> “Saat ini kondisi di lapangan terpantau gerimis, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pencarian maksimal. Kami mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutupnya.
>
Situasi Terkini
Hingga berita ini diturunkan, status korban masih dinyatakan hilang (dalam pencarian). Tim SAR gabungan tetap bersiaga di lokasi kejadian untuk melanjutkan penyisiran meskipun tantangan visual di malam hari dan kondisi cuaca gerimis menyelimuti area pencarian. Perkembangan lebih lanjut akan diinformasikan secara berkala seiring dengan jalannya operasi di lapangan.(L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :