
BANJARBARU,-Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) melakukan kunjungan ke Kalimantan Selatan dalam rangka pra validasi kesiapan Geopark Nasional Pegunungan Meratus menjadi Unesco Global Geopark (UGG).
“Tim KNGI datang ke Kalsel dalam rangka pra validasi Geopark Meratus sebelum kunjungan tim Unesco pada Juli mendatang,” tutur Ketua Harian Geopark Meratus Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (30/5).
Tim KNGI beranggotakan perwakilan penilai dari sejumlah kementerian seperti Bappenas, Pariwisata, Marvest hingga Kemenristek. Dikatakan Hanifah kunjungan tim KNGI menjelajahi rute-rute yang ditawarkan akan menjadi obyek evaluasi dan penilaian oleh evaluator dari UNESCO.
“Ada 18 situs yang akan dikunjungi dan akan dinilai, bagaimana kondisi dan pengelolaan masing-masing situs di lapangan juga peran masyarakat sekitar,” ujarnya. Diakuinya beberapa kendala di lapangan adalah bagaimana menjadikan keberadaan situs geopark bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Di sisi lain masih adanya penolakan dari sejumlah organisasi lingkungan termasuk organisasi masyarakat adat (AMAN) terhadap geopark meratus.
Tercatat ada 54 geosite yang tersebar di kawasan Geopark Nasional Pegunungan Meratus mulai dari bagian hulu kawasan pegunungan hingga bagian hilir Sungai Barito. Pemprov Kalsel telah mengusulkan geopark nasional meratus masuk dalam bagian Unesco Global Geopark (UGG) dengan tetap mengedepankan fungsi konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat sekitar. (L03)