Sungai Martapura Masuk DAS Prioritas Rehabilitasi

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU, –Sungai Martapura di Provinsi Kalimantan Selatan masuk dalam salah satu daerah aliran sungai (DAS) prioritas rehabilitasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Sungai Martapura menghadapi berbagai permasalahan lingkungan seperti polusi, hilangnya resapan udara dan alih fungsi lahan, sampah hingga organisasi kumuh.

“Sungai martapura menjadi salah satu sungai yang diprioritaskan pemerintah untuk rehabilitasi bersama 15 sungai lain di Indonesia seperti Citarum dan Ciliwung,” ungkap Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro, Senin (30/12) saat Rapat Koordinasi Pengendalian dan Penanganan Pencemaran Sungai Martapura di Banjarbaru.

750 x 100 AD PLACEMENT

Rehabilitasi sungai-sungai ini disebut program pemulihan kualitas lingkungan sungai di Indonesia. “Untuk Sungai Martapura berdasarkan studi mempunyai keinginan baik di bidang sosial dan ekonomi bagi masyarakat, tetapi dari sisi daya dukung lingkungan dan ekologi nilanya rendah, sehingga perlu penanganan karena menghadapi berbagai permasalahan,” ujarnya.

Lebih jauh Sigit mengatakan Kementerian LH memprioritaskan rehabilitasi sungai dengan target menghilangkan sampah sungai. Penanganan sampah sungai ini sudah 80 persen menyelesaikan permasalahan sungai yang ada saat ini.

Kepala Dinas LH Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana memaparkan saat ini sungai Martapura menghadapi berbagai permasalahan diantaranya limbah domestik, limbah pertambangan, limbah pertanian dan perkebunan, hilangnya resapan air dan alih fungsi lahan, sanitasi (MCK) dan jamban tepi sungai, sampah, pencemaran logam berat dan maraknya organisasi kumuh di sepanjang DAS. Kondisi ini berpengaru pada terus menurunnya kualitas air Sungai Martapura.

Sebagai upaya mengembalikan fungsi sungai serta upaya pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan
lingkungan, berkelanjutan guna kesejahteraan masyarakat, Pemprov Kalsel meluncurkan program yang disebut Sungai Martapura Asri. Pada awal deklarasinya bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 lalu, program ini bernama Sungai Martapura Bungas.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Melihat betapa pentingnya fungsi sungai dan di sisi lain kondisi sungai kian terdegradasi, maka diperlukan aksi bersama memulihkan lingkungan sungai yang kita sebut Program Sungai Martapura Asri,” tutur Hanifah. Tidak hanya program Pemprov Kalsel ini juga berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terutama Pemkab Banjar dan Pemko Banjarmasin.

Pemkab Banjar dan Pemko Banjarmasin sepakat melakukan revitalisasi dan kerja sama pengelolaan DAS Martrapura untuk pariwisata, transportasi dan berbagai kegiatan lainnya. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan sub daerah aliran sungai (DAS) Martapura.

Kunjungan Deputi P2KL Kementerian Lingkungan Hidup, Sigit Reliantoro ini ditandai dengan kegiatan susur Sungai Martapura dan Rakor terkait penanganan permasalahan sungai bersama Walikota Banjarmasin di kawasan siring/tepi Sungai Martapura. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :