Sungai dan Bendung di Kalsel Masuk Level Bahaya

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Tingginya intensitas hujan belakangan ini menyebabkan meningkatnya status sungai dan bendungan di Provinsi Kalimantan Selatan menjadi level Siaga dan Bahaya. Banjir di Kalsel semakin meluas.

Balai Wilayah Sungai (BWS) III Kalimantan mencatat sejumlah bendung yaitu Karang Intan, Amandit, Batang Alai, Pitap dan Karau dalam level bahaya. Sedangkan bendungan Tapin dalam level waspada. Kemudian sejumlah sungai besar seperti Sungai Martapura, Sungai Amandit dan Sungai Riam Kanan dalam level bahaya.

Termasuk Sungai Barito Muara Teweh Kalteng dalam status bahaya dan Sungai.Buntok berstatus siaga. Sedangkan Sungai Barabai, Sungai Nagara, Sungai Balangan, Sungai Maluka dan Sungai Veteran dalam status siaga. Sungai Lampihong dan Kanal Banjir Barabai dalam level waspada. Beberapa sungai meluap dan memicu terjadinya banjir sejumlah wilayah di Kalsel.

750 x 100 AD PLACEMENT

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Gusti Yanuar Rifai meminta semua Pemda dan masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi akibat kondisi cuaca buruk saat ini. “Tingginya intensitas hujan menyebabkan banjir terjadi di sejumlah daerah,” ungkap Gusti Rifai, Sabtu (27/12).

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Achmadi mengatakan, saat ini pihaknya telah menerjunkan personil Tagana diwilayah terdampak. “Personil sudah kita terjunkan untuk membantu evakuasi, dan kami terus memantau perkembangan dilapangan,” katanya.

Bencana banjir terparah saat ini melanda Desa Tebing Tinggi di Kabupaten Balangan dimana ketinggian air mencapai lebih dua meter dan nyaris menenggelamkan desa yang berada di sepanjang bibir sungai. Belum dilaporkan adanya korban jiwa namun puluhan warga desa terpaksa mengungsi.

Di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Sungai Amandit meluap dan merendami sejumlah desa. Desa terparah dilanda banjir adalah Desa Tumungki, Kecamatan Loksado. Banjir juga menyebabkan sebuah jembatan gantung penghubung antar desa putus diterjang banjir.

750 x 100 AD PLACEMENT

Di Kabupaten Banjar, banjir terjadi pada 26 desa di lima kecamatan meliputi Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul dan Sungai Tabuk. Sebanyak 2.363 rumah yang dihuni 2.598 keluarga atau 6.464 jiwa terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Sedangkan di Hulu Sungai Utara banjir telah merendami 33 desa pada enam kecamatan meliputi Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Haur Gading, Sungai Pandan, Bajang dan Babirik. Banjir merendami 1.281 rumah warga yang dihuni 1.726 keluarga atau 5.041 jiwa. Banjir juga dilaporkan merendam puluhan rumah di beberapa desa di Kabupaten Tanah Laut. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :