Status Siaga Karhutla Ditetapkan, Dinkes Riau Siapkan Respons Darurat

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Pekanbaru  – Pasca ditetapkannya status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tingkat Provinsi Riau, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau bergerak cepat melakukan langkah antisipasi. Fokus utama adalah memastikan seluruh fasilitas dan infrastruktur kesehatan siap merespons potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan pihaknya telah menyurati dinas kesehatan kabupaten dan kota untuk mengonsolidasikan kesiapan daerah. Salah satu langkah konkret adalah menginstruksikan pengaktifan tim krisis serta Emergency Medical Team (EMT) guna mendukung penanganan darurat di lapangan.

Menurutnya, Tim Krisis Provinsi akan melakukan pemantauan intensif terhadap wilayah yang mulai terdampak kebakaran. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan alat pelindung diri (APD), masker, oksigen konsentrat, serta perlengkapan medis lainnya tetap aman dan siap didistribusikan.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Karena status darurat karhutla telah ditetapkan, kami memastikan ketersediaan APD, masker, hingga oksigen konsentrat di seluruh daerah mencukupi. Jangan sampai ada wilayah terdampak yang kekurangan stok ketika kualitas udara menurun,” ujar Zulkifli melalui keterangan pers yang diterima pada Selasa (17/2/2026).

Selain kesiapan logistik, Dinkes Riau juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru kronis diminta lebih waspada terhadap paparan asap.

Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker berstandar medis atau tipe N95. Selain itu, warga diminta menutup pintu dan jendela serta mengurangi ventilasi terbuka saat kabut asap menyelimuti permukiman guna menjaga kualitas udara dalam ruangan.

Zulkifli juga mengingatkan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, sakit tenggorokan, pusing, atau mual akibat paparan asap.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sebagai langkah pencegahan di sektor pendidikan dan perkantoran, instansi terkait diminta menyesuaikan kegiatan luar ruangan dengan kondisi kualitas udara terkini. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif mencegah kebakaran lahan sekaligus menjaga kesehatan selama masa siaga darurat.[[L-3]]

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :