Sekolah Rakyat di Kalsel Segera Beroperasi

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU,-Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Kalimantan Selatan segera beroperasi. Sebanyak 225 calon siswa berhasil lolos seleksi sekolah rakyat untuk jenjang SMP dan SMA.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Rifai, Jumat (20/6). “Proses penerimaan siswa sekolah rakyat sudah selesai dan dalam waktu dekat akan diresmikan bersamaan dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026,” tuturnya.

Total sebanyak 225 calon siswa terdiri dari 125 siswa SMA dan 100 siswa SMP telah diterima menjadi siswa Sekolah Rakyat Kalsel. “Sekolah rakyat ini gratis dan menggunakan sistem boarding (asrama) sementata mereka ditempatkan di BPPKS dan Budi Luhur milik Kementerian Sosial di Banjarbaru. Para siswa dibagi dalam sembilan kelas dan tiap kelas 25 orang,” tambah Rifai.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sebelumnya pihaknya juga telah merekrut sebanyak 50 orang tenaga pengajar, dimana proses pendaftarannya melalui online yang dibuka Kementerian Sosial. Selain tingkat provinsi untuk jenjang SMP dan SMA, pemetintah kabupaten/kota di Kalsel juga akan membangun sekolah rakyat jenjang SD.

Sekolah Rakyat adalah program sekolah gratis dari pemerintah untuk anak-anak dari keluarga miskin.
Sekolah rakyat mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas dan memutus rantai kemiskinan.

Lebih jauh dikatakan Yanuar Rifai, proses pembangunan gedung sekolah rakyat Kalsel akan segera dibangun pada Oktober 2025 mendatang. Pembangunan gedung sekolah rakyat menggunakan anggaran APBN Kementerian Sosial sebesar Rp250 miliar, sedangkan penyediaan lahan oleh Pemprov Kalsel.

“Pemprov Kalsel menyediakan lahan seluas lima hektare di kawasan Sambang Lihum, Kabupaten Banjar. Beberapa pemda seperti Tanah Laut, Barito Kuala, Kotabaru, Tapin dan Hulu Sungai Utara juga akan membangun sekolah rakyat,” ujarnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Program Sekolah Rakyat yang dikembangkan pemerintah ini mendapat sorotan berbagai pihak. “Program ini dinilai justru menciptakan kasta atau mengkotak-kotakan siswa antara si miskin dan si kaya,” ungkap Wira Surya, pendiri relawan Sekolah Rakyat Kalsel yang sudah beroperasi sejak beberapa tahun terakhir. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :