BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai melakukan langkah-langkah mitigasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih ekstrem akibat pengaruh Elnino. Salah satu langkah mitigasi karhutla adalah dengan melakukan pembasahan lahan gambut.
“Berdasarkan prediksi BMKG kemarau ekstrem yang dipengaruhi elnino mulai terjadi April ini. Untuk itu kita telah melakukan langkah-langkah untuk mitigasi ancaman kekeringan maupun karhutla,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Roni Eka Saputra, Rabu (1/4).
Langkah mitigasi yang dilakukan antara lain menerbitkan surat edaran kesiapsiagaan terjadinya kekeringan dan karhutla kepada BPBD seluruh kabupaten/kota, koordinasi dan pelatihan tenaga kebencanaan serta peralatan penanganan bencana hingga mengaktifkan patroli di daerah rawan karhutla. “Akhir Maret kemaren kita telah melaksanakan koordinasi dan pelatihan tenaga kebencanaan se Kalsel di Kabupaten Banjar,” tutur Roni.
Patroli karhutla diprioritaskan pada wilayah rawan karhutla terutama areal lahan gambut di daerah ring satu Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru. Citra satelit menunjukkan titik panas (status merah) muncul di beberapa wilayah.
“Kita siap melakukan pembasahan lahan gambut seperti tahun-tahun sebelumnya, namun saat ini kondisi sebagian besar lahan gambut di sekitar bandara masih cukup basah dengan ketinggian air mukanya 40 centimeter,” ujarnya. Jika kawasan gambut mengering maka, pintu air irigasi yang berhulu di waduk Riam Kanan akan dibuka untuk membasahi kanal-kanal dan kawasan lahan gambut.
Sejauh ini strategi ini dinilai cukup efektif meminimalisir karhutla. Langkah lainnya jika diperlukan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) bekerjasama dengan BNPB maupun BMKG.
Lebih jauh Roni menghimbau agar masyarakat petani dan korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk pembukaan lahan saat kemarau. Sedangkan untuk menghadapi kekeringan, masyarakat juga diminta mempersiapkan diri dengan menyediakan tandon-tandon air atau sumur. (L03)