BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menghimbau masyarakat untuk mulai menghemat konsumsi BBM seiring ancaman kelangkaan dampak situasi eskalasi geopolitik yang semakin memanas di timur tengah. Pertimina menyatakan stok BBM di Kalimantan Selatan per Maret 2026 dipastikan aman menghadapi momen lebaran.
“Menjelang momen libur lebaran dan melihat situasi geopolitik yang semakin memanas, kita menghimbau ASN dan juga masyarakat untuk menghembat konsumsi BBM,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M Syarifudin. Dirinya juga menegaskan bahwa pemerintah daerah melarang ASN menggunakan mobil dinas untuk keperluan mudik lebaran.
Pihak Pertamina Patra Niaga Kalimantan menyatakan stok BBM per Maret 2026 di Kalsel dipastikan aman menghadapi momen lebaran dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sejauh ini penyaluran BBM di SPBU 13 kabupaten/kota berjalan normal dan tidak ada antrian.
Pada bagian lain Pemprov Kalsel juga mendukung pembentukan Satuan Tugas (Satgas) BBM guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak selama bulan Ramadan hingga libur Hari Raya Idulfitri.
Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Selatan, Nasrullah, Rabu (18/3) mengatakan keberadaan Satgas BBM bertujuan untuk memastikan stok dan distribusi BBM tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, khususnya selama periode Ramadan dan Idulfitri, dengan aman dan nyaman.
“Pemerintah melalui Kementerian ESDM bersama PT Pertamina telah membentuk Satgas BBM dalam rangka menghadapi Ramadan dan libur Hari Raya Idulfitri di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan,” ujar Nasrullah.
Pembentukan Satgas tersebut merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi, khususnya BBM, di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama masa libur keagamaan (lebaran). “Terkait perkembangan situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi sektor energi, tentunya pemerintah pusat telah melakukan berbagai langkah strategis dan antisipasi terhadap segala kemungkinan yang akan terjadi,” ujarmya. (L03)