Kalsel Pastikan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Meski dibayangi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan percepatan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur prioritas.

Proyek infrastruktur prioritas dimaksud antara lain pembangunan jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Pulau Laut Kotabaru senilai hampir Rp5,9 triliun, kemudian pembangunan stadion internasional di Banjarbaru sebesar Rp1 triliun serta jalan poros tengah penghubung Kota Banjarbaru menuju Kabupaten Tapin Rp600 miliar sepanjang 30 kilometer.

Senin (30/3), Gubernur Kalsel, Muhidin, menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan jembatan Pulau Laut, di aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel di Banjarbaru. “Kita memastikan realisasi pembangunan infrastruktur sesuai visi misi. Meski ada penghematan anggaran namun kita memiliki dana Silpa sebesar Rp2 triliun sehingga cukup untuk mendukung program pembangunan di tahun 2026 ini,” tutur Muhidin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Penandatanganan kontrak antara Bambang Asmoro dan Yusdiantoro selalu kuasa Kerjasama Operasi (KSO) dengan Kepala Dinas PUPR Kalsel Muhammad Yasin Toyib selaku pengguna anggaran. Anggaran pembangunan dengan total Rp5,9 triliun melalui skema tahun jamak dan sharing antara APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Adapun porsi sharing anggaran masing-masing pertahunnya, Rp100 miliar ditanggung Pemkab Tanah Bumbu juga Kotabaru, Rp550 miliar Pemprov Kalsel dan Rp1 triliun Kementerian PU, selama tiga tahun ke depan.

Jembatan Pulau Laut ditargetkan rampung 2028 diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah di Kalsel, mempercepat arus logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Total panjang jembatan sekitar 3.750 meter itu memiliki bentang utama cable stayed sepanjang 350 meter dan lebar 24 meter. Pembangunan bentang tengah mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat sebesar Rp3 triliun.

Pengerjaan dilakukan bertahap (per Januari 2026 mulai pengerjaan fisik) dan ditargetkan selesai 2028 dengan melibatkan sejumlah kontraktor besar, yakni PT Adhi WSKT KSO (2025-2028), PT Hutama Karya (2025-2026), PT Pembangunan Perumahan (2025-2026), PT Asri Praya KSO (2024-2025), PT Pandji Bangun Persada (2024-2025), dan PT Adhi Karya (2015-2017). Adapun pihak perencana, dilakukan PT Pemetaan Engineering System KSO, PT Anugerah Kridpradana, dan PT Widyadaya Bandaran.

750 x 100 AD PLACEMENT

Turut menyaksikan penandatanganan proyek ini, Direktur Jenderal Bina Marga Pekerjaan Umum, Rakhman Taufik, Bupati Tanbu Andi Rudi Latif dan Bupati Kotabaru Muhammad Rusli. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :