Kalsel Komitmen Pembangunan Infrastruktur Ramah Lingkungan

750 x 100 AD PLACEMENT
Ilustrasi

BANJARBARU, – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya membangun infrastruktur ramah lingkungan dan berorientasi pada pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.

Hal ini dikemukakan
Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman saat mengikuti International Conference of Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa waktu lalu. “Kalsel berkomitmen dalam mendukung pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan dan mengedepankan pemerataan pembangunan,” tuturnya.

Dirinya berharap forum ICI dapat menjadi ajang saling bertukar gagasan dan menjembatani antara kebutuhan daerah dengan kebijakan pusat. “Perlu kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi tantangan geografis dan sosial di daerah seperti Kalimantan Selatan. Terutama dalam menyongsong pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berdampak langsung bagi Kalimantan,” ujarnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor mengatakan Konferensi ICI ini menjadi momentum penting bagi Kalimantan Selatan untuk memperkuat posisinya dalam peta pembangunan infrastruktur nasional, seiring pembangunan kawasan Indonesia Timur dan pembangunan IKN.

750 x 100 AD PLACEMENT

ICI 2025 dibuka langsung Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harirmurti Yudhoyono (AHY).
Acara yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri infrastruktur ini membahas tantangan dan inovasi dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.

Menko AHY dalam paparannya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan agenda pembangunan yang jelas dan berani. Indonesia harus mengamankan masa depan bangsa dengan memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, dan ketahanan energi melalui infrastruktur yang terpadu, berkeadilan, dan berkelanjutan. Indonesia juga telah menetapkan target nasional yakni mencapai angka pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam lima tahun ke depan.

“Indonesia harus membuka seluruh potensi ekonomi dimana selama ini masih ada yang terkunci, dari pertanian hingga pabrik, dari pelabuhan hingga platform digital,” ujar AHY. Membuka potensi yang terkunci, lanjut AHY, berarti berani mempertebal investasi dalam penyediaan infrastruktur.

Investasi perlu dipertebal untuk membangun infrastruktur yang mengurangi biaya logistik dan meningkatkan produktivitas, membangun infrastruktur yang menjamin air untuk pertanian, energi untuk industri, dan perumahan bagi pekerja, dan membangun infrastruktur yang meningkatkan mobilitas perkotaan, menghubungkan daerah pedesaan, dan menarik investasi yang sejalan dengan iklim. (L03) – ADV

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :