
BANJARBARU, – Bencana hidrometeorologi berupa banjir, angin kencang dan tanah longsor (Batingsor) terus mengancam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Tercatat sepanjang Januari 2025, Kalsel mengalami 21 kali bencana banjir.
Data Dinas Sosial Provinsi Kalsel memaparkan sepanjang Januari 2025 frekuensi bencana terjadi sebanyak 21 kali, satu kali angin kencang dan tiga kali tanah longsor. Khusus untuk banjir melanda 264 desa pada 54 kecamatan di 11 kabupaten/kota.
Banjir merendami 34.194 rumah dengan jumlah warga terdampak banjir mencapai 34.844 keluarga atau 102.929 jiwa. Wilayah terparah dilanda banjir meliputi Kabupaten Banjar, empat kali dilanda banjir yang melanda 104 desa di 11 kecamatan. Kemudian Barito Kuala, 59 desa yang tersebar di 14 kecamatan serta Hulu Sungai Utara, 29 desa pada 9 kecamatan.
“Banjir terparah kini melanda wilayah bagian hilir seperti Barito Kuala, Tanah Laut, termasuk Kota Banjarmasin yang dilanda rob akibat pengaruh pasang laut,” ujar Kepala Bidang Penanganan Bencana, Dinas Sosial Kalsel, Achmadi, Jumat (31/1). Pihaknya telah memperpanjang waktu pelaksanaan dapur umum di sejumlah lokasi karena banjir semakin meluas.
Di Posko bencana banjir Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Dinas Sosial Kalsel telah membangunan dapur umum selama 10 hari dan menyediakan makanan dan minuman sebanyak 27 ribu bungkus perhari (3x makan) kepada warga korban banjir di tujuh desa.
Pada bagian lain Plt Kepala Dinas PUPR Kalsel, M Yasin mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan lapangan terkait dampak kerusakan dan kerugian akibat banjir yang terjadi di 11 kabupaten/kota di Kalsel. “Untuk dapat kerusakan dan kerugian bencana masih kita data, nanti setelah rampung akan kita umumkan,” ujarnya.
Tingginya curah hujan juga berpengaruh pada sektor pertambangan di Kalsel. Kepala Dinas ESDM Kalsel, Isharwanto mengatakan akibat hujan pit atau lobang tambang banyak yang tenggelam sehingga aktivitas tambang terganggu. Untuk menambang maka bukaan tambang harus dibersihkan dengan cara memompa air genangan dan membuangnya. (L03)