Gubernur Kalsel Sarankan Pemda Depositokan Dana APBD

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin memberikan klarifikasi tentang dugaan dana APBD yang mengendap di Bank Kalsel mencapai Rp4,7 triliun. Muhidin justru menghimbau agar kabupaten/kota menempatkan dana APBD dalam tabungan investasi deposito karena akan menghasilkan pendapatan cukup signifikan bagi daerah.

Hal ini ditegaskan Gubernur Kalsel dalam wawancara resmi di kantor cabang Bank Kalsel di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Selasa (28/10). Muhidin menjelaskan terkait tudingan Menteri Keuangan soal dana APBD yang mengendap di bank daerah. Dirinya juga menjelaskan mengapa terjadi kesalahan input oleh pihak Bank Kalsel sehingga tercatat sebagai dana milik Pemerintah Kota Banjarbaru, sehingga sempat ramai diberitakan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Dijelaskan Muhidin penempatan dana APBD di Bank Kalsel dalam rangka manajemen kas daerah yang ada di BPKAD Kalsel. “Atas persetujuan Gubernur, Pemprov Kalsel menempatkan dana di Bank Kalsel. Akumulasi total saldo sebesar Rp4,746 triliun,” tuturnya.

Dana tersebut terdiri dari deposito sebesar Rp3,9 triliun dan sisa berupa giro. Giro diperuntukkan untuk membayar belanja pemerintah atau SKPD. “Hari ini saja ada penarikan dana sebesar Rp200 miliar lebih yang ditarik lewat giro, sehingga saldo tertahan di Bank Kalsel sisa Rp4,4 triliun lebih,” ujarnya.

Lebih jauh Muhidin menjelaskan dengan bunga deposito 6,5 persen, maka imbal hasil diterima daerah perbulannya mencapai lebih Rp21 triliun. “Kalau sampai 5 bulan, berarti depositu di Bank Kalsel, itu menjadi Rp100 miliar lebih. Ini adalah keuntungan daerah yang masuk sebagai pendapatan daerah lain-lain. Itulah kenapa kita simpan dana lewat deposito,” katanya.

Pendapatan dari bunga deposito ini cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerah. Karena itu dirinya menghimbau agar pemda kabupaten/kota untuk menyimpan dana APBD melalui deposito. “Saya tidak sepakat dengan Menteri Keuangan soal dana yang disebut mengendap. Terlebih ini akan habis sampai akhir tahun, dan tahun selanjutnya kita mulai lagi,” tambah Muhidin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Muhidin juga menegaskan terkait kesalahan elementary input dana yang dinilai merugikan Pemda ini, dirinya meminta adanya evaluasi serius manajemen Bank Kalsel, agar kasus ini tidak berulang.

Pada bagian lain Manager Operasional Bank Kalsel, Abdurahim Fiqry memastikan kesalahan input data tersebut murni kesalahan administrasi dan tidak merugikan Pemda baik Pemko Banjarbaru maupun Pemprov Kalsel. “Tentu atas kejadian ini kami akan melakukan evaluasi agar tidak terulang,” tuturnya. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :