TAPIN-Good News From Indonesia (GNFI) merilis film dokumenter yang diberi judul Tanah Batuah (Land of The Blessed). Film dokumenter ini merekam kehidupan masyarakat Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan di tengah perkembangan industri.
Menampilkan bagaimana potret pendidikan, dunia kerja, dan budaya lokal saling berkelindan membentuk perubahan sosial masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.
Dokumenter dibuka melalui kisah penggiat budaya yang aktif bersama Yayasan Bilik Budaya Tapin.
Bangkit Pratama, Corporate Communication Section Head PT Kalimantan Prima Persada (KPP), Senin (23/2) dalam keterangannya menyebut dokumenter ini menggambarkan Tapin yang dahulu dikenal sebagai lumbung seni budaya Kalimantan Selatan kini kembali bertumbuh melalui kolaborasi seniman, komunitas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak pendukung. Nilai religiusitas masyarakat disebut menjadi fondasi penting dalam menjaga kelestarian tradisi di tengah perubahan zaman.
Di sektor pendidikan, film menyoroti SMK Negeri 1 Tapin Selatan yang menjalin kolaborasi dengan dunia industri untuk memperkuat kesiapan kerja siswa. Program yang berjalan
meliputi pengajaran praktisi industri, pelatihan operator alat berat, magang, workshop keselamatan kerja, beasiswa pendidikan, serta kegiatan konservasi lingkungan. Pihak
sekolah menyebut keterlibatan industri meningkatkan minat pendidikan vokasi sekaligus
memperluas peluang karier lulusan di daerahnya sendiri.
Perubahan sosial terlihat melalui perjalanan karier masyarakat lokal. Salah satu contohnya Sabirin Mukhtar, GS Site Officer KPP MINING Jobsite Rantau yang bergabung sejak 2004, memulai karier sebagai operator genset dan kini memegang posisi manajerial. Ia juga berperan
menjembatani hubungan perusahaan dengan masyarakat sekitar.
Kisah lain datang dari Rusmila, Finance Accounting & Tax Section Head KPP MINING Jobsite Sungai Putih, yang memulai pekerjaan dari posisi electrival staff hingga dipercaya memegang jabatan strategis. Ia menekankan adanya kesempatan peningkatan kompetensi dan
pendidikan lanjutan bagi karyawan.
Sementara, Indra Hendarsyah selaku KPP MINING Academy Section Head menjelaskan pentingnya pengembangan kepemimpinan lokal agar mampu membangun hubungan
harmonis antara manajemen, karyawan, serta tokoh masyarakat dan budaya setempat.
Perspektif generasi muda hadir melalui Rayhan Effendi, mekanik berusia 22 tahun, yang merasakan budaya kerja inklusif serta dukungan pembelajaran di lingkungan kerja.
Pengalaman tersebut menggambarkan terbukanya jalur karier baru bagi generasi lokal tanpa
harus meninggalkan daerah asal.
Melalui rangkaian kisah tersebut, “TANAH BATUAH (Land of The Blessed)” menunjukkan
bahwa keberadaan industri tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan sosial melalui pendidikan, kesempatan kerja, dan penguatan identita GNFI mengajak publik melihat Kalimantan Selatan bukan hanya sebagai wilayah produksi energi, melainkan ruang hidup yang menumbuhkan harapan dan masa depan generasi penerus. (L03)