BSI Regional 9 Kalimantan Perkuat Literasi Keuangan Syariah

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARMASIN-Bank Syariah Indonesia Regional IX Kalimantan terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah operasionalnya Kalimantan. Media dinilai memiliki peran sangat penting dalam penguatan literasi keuangan syariah kepada masyarakat.

Hal ini dikemukakan Regional CEO BSI Region IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat, Rabu (4/3) malam. “Peningkatan literasi masyarakat terhadap keuangan syariah menjadi tanggungjawab bersama perlu peran pemerintah dan lembaga keuangan lainnya. Termasuk peran media untuk meningkatkan literasi kepada masyarakat sehingga terjadi peningkatan inklusi keuangan,” tuturnya.

Sejak perubahan BSI menjadi BUMN atau Bank Himbara, penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah menjadi yang sangat penting. Diakui meski berpotensi besar, literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan masih rendah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Secara nasional Bappenas menargetkan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia 93,3% pada 2024 dan 98% pada 2045 mendatang. Sementara inklusi keuangan syariah sejauh ini masih tergolong rendah dan stagnan, pada angka 12-13%. Di sisi lain literasi keuangan masih berada di angka 66,46%.

Kondisi yang sama terjadi di Kalimantan Selatan, dimana baik literasi maupun inklusi syariah masih rendah. Tercatat tingkat literasi baru 43,4 persen sedangkan inklusi syariah baru 13,4 persen. Namun demikian dari sisi pertumbuhan BSI mencatat pertumbuhan signifikan dan menjadi pertumbuhan tertinggi perbankan di tanah air dengan aset mencapai Rp468 triliun.

Pada bagian lain, Pemkab Barito Kuala bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Selatan mengadakan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026. Acara ini bertujuan untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah tersebut.

Ketua MES Pengurus Wilayah Kalimantan Selatan, Mairijani, mengatakan bahwa ekonomi syariah tidak hanya berbicara tentang bebas riba, tetapi juga penguatan sektor riil melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal. “Ekonomi syariah membuka peluang besar bagi pertumbuhan usaha produktif, terutama di tengah tren global industri halal yang terus meningkat,” ujarnya. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :