Banjir Ancam Program Ketahanan Pangan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU, – Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa waktu terakhir dikhawatirkan akan berdampak pada program ketahanan dan swasembada pangan. Banjir menyebabkan lebih 4.000 hektare tanaman padi terendam dan terancam puso, serta ribuan hektare lainnya gagal tanam.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman, Senin (27/1) mengatakan banjir yang terus meluas dan berlangsung lama dapat mengancam produksi dan program swasembada pangan pemerintah. “Saat ini diperkirakan sudah 4.000 hektare tanaman padi yang terendam banjir. Sebagian tanaman baru ditanam dan terancam puso,” ungkapnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pihaknya juga menerima laporan banyaknya semaian dan lacakan (bibit padi) yang tidak bisa ditanam, maupun petani menunda tanam karena lahan sawah mereka banjir. “Seharunya bulan-bulan ini adalah masa tanam, jika hujan/cuaca buruk sesuai prediksi BMKG hingga April mendatang maka sektor pertanian akan terganggu. Terlebih banjir terjadi di daerah sentra pertanian Kalsel seperti Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut,” kata Syamsir.

Syamsir yang juga menjabat Pj Bupati Tanah Laut mengatakan beberapa daerah banjir terparah terjadi di wilayahnya yang juga merupakan daerah sentra pertanian. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai III Kalimantan untuk mengatasi banjir dengan melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai, kanal, embung dan irigasi pertanian di wilayah tersebut. “Kami juga akan menyiapkan bantuan bibit bagi petani korban banjir,” katanya.

Swastono,57 seorang petani di Kecamatan Mandastana, Barito Kuala mengatakan dirinya dan sebagian besar petani tidak bisa tanam karena banjir yang berlangsung hampir dua bulan. Hal serupa juga dikemukakan Kepala DPKP Banjar, Warsita yang menyebut lebih 2.000 hektare lahan pertanian di wilayahnya terendam banjir.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir hingga kini masih berlangsung di Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan. Daerah terparah dilanda banjir meliputi Barito Kuala, Tanah Laut dan Banjar. Secara keseluruhan sejak akhir 2024 banjir di Kalsel melanda ratusan deaa pada 34 kecamatan di 11 kabupaten/kota dengan jumlah warga terdampak banjir mencapai 65 ribu jiwa. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :