Atasi Darurat Sampah Pemprov Kalsel Bangun TPA Regional Baru

750 x 100 AD PLACEMENT

🤣

BANJARMASIN,-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan membangun tempat pemerosesan akhir sampah (TPAS) Regional yang baru guna mengatasi kondisi darurat sampah yang terjadi di wilayah tersebut khususnya Kota Banjarmasin.

Hal ini diungkapkan Gubernur Muhidin, pada peringatan Hari Bumi kemarin di Banjarmasin. “Sebagai bentuk komitmen kita terhadap lingkungan dan upaya membantu mengatasi darurat sampah kita akan membangun TPA baru,” tuturnya.

TPAS baru tersebut berlokasi di kawasan sekitar jembatan Barito, Kabupaten Barito Kuala. “Beberapa waktu sudah ada koordinasi dengan Bupati Barito Kuala, mereka ada lahan seluas 60 hektare. Saat ini mulai dikerjakan pembersihan lahan seluas 25 hektare untuk pembangunan TPA baru. Pemprov sudah kerahkan empat unit alat berat,” kata Muhidin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pembangunan TPAS Regional yang baru bertujuan untuk mengatasi kondisi darurat sampah yang terjadi di Kota Banjarmasin, pasca penutupan TPAS Basirih oleh Kementerian LH pada Februari 2025 lalu. Sejauh ini kondisi darurat sampah di Banjarmasin belum tertangani maksimal.

Selain itu TPA Regional yang baru juga diperuntukkan untuk pembuangan sampah dari Kabupaten Barito Kuala, dimana kondisi TPA setempat juga mendapat teguran dari Kementerian LH karena open dumping dan over kapasitas.

Walikota Banjarmasin, M Yamin mengatakan produksi sampah Kota Banjarmasin mencapai 650 ton perhari. Saat ini Pemko Banjarmasin mendapat jatah pembuangan 300 ton sampah ke TPA Regional Banjarbakula milik Pemprov Kalsel. Namun karena lokasi yang jauh membutuhkan biaya yang sangat besar.

Di sisi lain keberadaan bank sampah, TPS3R maupun rumah pilah sejauh ini hanya mampu menangani sebagian kecil sampah organik dan anorganik. Pemanfaatan kembali sampah pun hanya terbatas pada botol plastik dan kertas, serta pembuatan kompos yang jumlahnya masih terbatas.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Meski demikian Pemko Banjarmasin sangat serius berupaya mengatasi kondisi darurat sampah yang terjadi saat ini. Berbagai langkah strategis untuk mengatasi darurat sampah ini telah kita lakukan. Mulai dari sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat untuk memilah sampah, peningkatan kinerja petugas persampahan di lapangan, rumah pilah, penataan dan perbaikan infrastruktur persampahan termasuk TPAS Basirih,” ucap Yamin.

Kini Pemko Banjarmasin dan Kementerian LH harus menghadapi gugatan warga terkait ketidakmampuan penanganan darurat sampah yang merugikan masyarakat. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :