Ancaman Krisis Pangan Belum Ditangani Serius Pemerintah

Penanaman padi gogo di sela tanaman sawit di kalimantan selatan.(dok.L)
750 x 100 AD PLACEMENT

JAKARTA – Pemerintah dinilai belum serius dalam menangani ancaman krisis pangan. Ketahanan pangan Indonesia masih bergantung pada impor dan sistem pangan global.

Tejo Wahyu Jatmiko dari Perkumpulan Indonesia Berseru (PIB) menyatakan, meski pemerintah mengklaim untuk menciptakan ketahanan pangan faktanya, krisis pangan belum ditangani secara serius. “Ketahanan pangan belum dilihat secara serius oleh pemerintah. Kondisi pangan kita sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Lahan menyempit, jumlah penduduk meningkat, produktivitas hanya meningkat tipis. “Pemerintah
selalu berbicara ketahanan pangan tapi kebijakannya bertumpu pada impor dan bergantung dengan sistem
pangan global,” ujar Tejo.

750 x 100 AD PLACEMENT

Padahal sistem pangan global ini yang menyebabkan dunia mengalami kelaparan dan
ketergantungan. Karena itu perlu adanya transformasi di bidang pangan.

Berdasarkan data sensus pertanian, diketahui sektor pertanian di Indonesia menghadapi masalah serius berupa jumlah petani semakin berkurang. Demikian juga minat generasi muda untuk menjadi petani rendah. Hal ini salah satunya dipicu bahwa profesi petani tidak memberikan kesejahteraan.

Achmad Surambo, Direktur Eksekutif Sawit Watch, Jumat (24/5), menegaskan pemerintah harus membuat kebijakan terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di level daerah untuk menjaga sumber pangan dari ancamanan alih fungsi. Pemisahan wilayah untuk pangan dan perkebunan maupun sektor lain menjadi penting untuk melindungi lahan pangan. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :