Air Bersih dan Sanitasi Masalah Utama Kesehatan di Kalsel

750 x 100 AD PLACEMENT

dok humas

 

BANJARMASIN-Persoalan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi menjadi salah satu sorotan utama pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 60 di Provinsi Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel memberikan penghargaan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) 2024 kepada desa dan kelurahan terbaik dalam komitmen bidang sanitasi.

Puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 60 tingkat Provinsi Kalsel berlangsung Selasa (03/12) malam di Banjarmasin. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Agus Dian Nur mengatakan berbagai masalah bidang kesehatan seperti air bersih, sanitasi, BAB sembarangan, gizi hingga stunting menjadi perhatian utama Pemprov Kalsel untuk ditangani.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Dengan tema Gerak Berama, Sehat Bersama” mengisyaratkan bahwa masalah kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Tema ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, dan sektor lainnya untuk mewujudkan daerah yang lebih sehat,” tutur Agus.

Tahun ini Kementerian Kesehatan RI telah merancang rangkaian kegiatan kampanye yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sekaligus mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai program kesehatan.
Kampanye ini memberi pesan bahwa kesehatan bukan hanya tugas pemerintah atau tenaga kesehatan tetapi tanggung jawab bersama.

Pada STBM Award 2024 tingkat Provinsi Kalsel ini menempatkan Desa Sungai Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar sebagai juara pertama. Juara kedua dan ketiga diraih Desa Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru dan Desa Ambawang, Kecamatan Tajau Pecah, Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu adapula penghargaan
individu dan lembaga dengan kategori Lomba Pandu PTM Tingkat Provinsi (Penilaian Puskesmas Pandu), Lomba Video Pekan Imunisasi Dunia 2024, Lomba Vlog Bersama Kader Dasawisma “Bergerak Cegah DBD Melalui 3M Plus”, Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi, Lomba Desa/Kelurahan Ber-PHBS, Lomba Sekolah Sehat, Lomba Asman Toga (Kategori Kota, Desa dan Terpencil), Penilaian FKTP Berprestasi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Nurul Adhani mengatakan upaya mengatasi masalah BAB sembarangan dan sanitasi masih menjadi tantangan dan perlu solusi komprehensif, koordinasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat (perilaku) untuk hidup sehat menjadi kunci. “Akses air bersih dan sanitasi yang layak, menjadi penyebab utama tingginya angka kematian bayi dan balita. Munculnya berbagai penyakit seperti diare, disentri, kolera, hepatitis dan penyakit kulit, hingga gangguan gizi bermuara pada stunting,” ujarnya.

Tercatat masih ada 688 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Kalsel belum bebas BAB sembarangan. Baru tiga kabupaten/kota yang sudah 100 persen dan masih ada 10 kabupaten/kota belum mencapai target atau 65,74 persen. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :