TAPIN-PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining), anak usaha Astra Group yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara melakukan penanaman 10.000 bibit tanaman Kopi jenis Liberika di Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Aksi lingkungan ini menjadi bagian tanggung jawa sosial untuk membantu pengembangan komoditas kopi dan kesejahteraan petani lokal.
Kegiatan penanaman bibit kopi jenis Liberika ini berlangsung pekan lalu dan dipusatkan di lahan seluas 1,3 hektare yang akan dijadikan kebun percontohan (demplot) agroforestri kopi dengan jumlah bibit ditanam
sebanyak 650 bibit. Sisanya akan ditanam di lahan milik 35 orang petani Desa Asam Randah.
Arditya Koesnindar, Project Manager KPP Mining Jobsite Rantau, Minggu (22/2), berharap dukungan KPP Mining ini dapat membantu petani kopi di Kabupaten Tapin. “Kami mengharapkan dengan adanya dukungan ini petani-petani kopi di Hatungun dapat terus mengoptimalkan potensinya dalam mengembangkan komoditas yang eksotis ini,” tuturnya.
Tanggal 14 Februari yang dikenal sebagai perayaan kasih sayang dijadikan momentum meneguhkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pemulihan ekosistem sekitar. Lebih jauh Arditya mengungkapkan aksi penanaman juga dilaksanakan di daerah operasional KPP Mining lainnya yaitu Lahat, Sumatera Selatan, dan
Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
“Ini merupakan bagian dari implementasi program pengembangan Agroforestri Kopi di seluruh wilayah kerja KPP Mining. Nilai intinya adalah bagaimana keberadaan perusahaan harus
meninggalkan jejak yang lebih baik dari sebelumnya. Program ini pun dirancang sebagai pendampingan holistik dari hulu ke hilir, mencakup seluruh rantai nilai mulai dari produksi
bibit dan budidaya hingga hilirisasi produk kopi, agar petani tidak sekadar menjadi produsen bahan mentah, tetapi dapat menikmati nilai tambah sesungguhnya,” tuturnya.
Dalam pengembangan agroforestri kopi ini juga melibatkan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terkait riset spesifik lokasi tanam, pemilihan varietas dan metode budidaya hingga hilirisasi melibatkan pakar agronomi tanaman kopi asal Bandung, Jawa Barat.
Penyuluh Kehutanan dari Kesatuan Pengelola Hutan (KPH)
Hulu Sungai, Ikhsan memberikan apresiasi atas program CSR KPP Mining sebagai aksi nyata kepedulian korporasi terhadap pemulihan ekosistem, sekaligus memberikan dampak ekonomi konkret bagi petani hutan. Sementara, Suyanto, salah satu petani pengelola lahan demplot, mengungkapkan pihak perusahaan sangat serius dalam mendampingi dan memberikan suntikan semangat kepada petani kopi.
Pemilihan komoditas Kopi Liberika (Coffea liberica) dipilih karena meski varietas ini hidup di bawah bayang-bayang arabika dan robusta dalam percakapan kopi dunia. Namun memiliki keunggulan adaptif yang signifikan: toleran terhadap kondisi lahan gambut dan dataran
rendah tropis, tahan terhadap sejumlah penyakit utama, serta memiliki profil rasa yang khas
dan eksotis — menjadikannya komoditas dengan ceruk pasar yang terus berkembang, khususnya di segmen kopi spesialti.
Pemilihan Liberika sebagai komoditas utama program CSR ini mencerminkan pendekatan yang berbasis pada keunggulan komparatif wilayah dan riset ilmiah, bukan sekadar mengikuti arus pasar. (L03)