3.387 Hektare Hutan dan Lahan di Kalsel Hangus Terbakar

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan semakin menggila dan telah menghanguskan sedikitnya 3.387 hektare hutan dan lahan di 13 kabupaten/kota. Gubernur Kalsel, Muhidin turun langsung membantu upaya pemadaman karhutla di Desa Pengayuan, kawasan ring satu sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor.

 

“Karhutla di Kalsel terus terjadi meski upaya penanganan juga terus kita gencarkan di lapangan. Hingga 11 Agustus 2026, Karhutla tercatat seluas 3.387 hektare lebih,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Rabu (12/8) petang di Banjarbaru.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat jumlah sebaran titik api mencapai 5.695 titik, dengan 1.051 kejadian karhutla di 13 kabupaten/kota. Daerah terparah dilanda karhutla antara lain Kabupaten Banjar, seluas 777 hektare, Tanah Laut 738 hektare dan Kota Banjarbaru 672 hektare.

 

Kemudian Hulu Sungai Selatan 379 hektare dan Tapin 225 hektare. “Sebagian besar kebakaran terjadi kawasan lahan mineral dan untuk wilayah Kota Banjarbaru dan Tanah Laut sebagian merupakan lahan gambut,” ujar Ronny.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Dikatakan Ronny Satgas Karhutla dari berbagai unsur terus bersiaga 24 jam untuk mengatasi karhutla yang terjadi. Termasuk kewaspadaan kembali terbakarnya areal TPAS Basirih, Kota Banjarmasin.

 

“Saat ini pemadaman mulai menghadapi kondisi sumber air yang semakin surut. Di sisi lain rencana OMC belum bisa dilaksanakan karena ketiadaan awan hujan padahal pesawat untuk OMC sudah standby di Syamsudin Noor,” kata Ronny.

750 x 100 AD PLACEMENT

 

Kondisi Karhutla ini menjadi perhatian serius Pemprov Kalsel. Kemarin, Gubernur Kalsel, Muhidin bersama Kapolda Kalsel turun langsung membantu upaya pemadaman Karhutla di areal lahan gambut di Desa Pengayuan, Kota Banjarbaru. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :