Pemprov Kalsel Dorong Menu MBG Manfaatkan Panganan Lokal

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memanfaatkan aneka pangan lokal sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemanfaatan panganan lokal bernutrisi tinggi menjadi upaya percepatan penurunan stunting dan penanganan dini gizi buruk di wilayah tersebut.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kita telah mencoba berkoordinasi dan mengusulkan kepada BGN dan SPPG agar dapat mengutamakan beragam panganan lokal yang ada di Kalsel,” ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, Rusdi Hartono, Sabtu (8/8). Menurut Rusdi penggunaan panganan lokal sebagai menu MBG, lebih familiar dan lebih disukai siswa, sehingga dapat mengurangi banyaknya makanan sisa maupun penolakan menu di lapangan.

 

Dari sisi nilai gizi, Rusdi meyakinkan aneka panganan lokal termasuk yang berbasis ikan mempunyai nilai gizi tinggi. “Banyak makanan lokal yang berasal dari berbagai daerah kabupaten mempunyai nilai gizi tinggi. Ini bisa kita lihat dalam ajang lomba masakan di tingkat daerah maupun nasional seringkali makanan khas Kalsel ini memenangkan lomba, dimana salah satu kriteria penilaiannya adalah nilai gizinya,” tutur Rusdi.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Penggunaan bahan makanan lokal untuk menu MBG juga akan menguntungkan bagi SPPG, dari sisi ketersediaan dan harga lebih terjangkau. Salah satu menu yang diusulkan adalah ikan lokal seperti patin, haruan dan papuyu.

 

Hal senada juga dikemukakan Ketua Tim PPK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, di sela-sela kegiatan lomba masak serba ikan se Kalsel, Sabtu (8/8). “Dengan pengolahan dan penyajian yang baik, serta inovasi tentunya makanan lokal termasuk berbahan baku ikan akan sangat disukai anak dan balita,” ujarnya.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Menu makanan lokal dinilai sangat cocok diterapkan sebagai menu MBG, juga diyakini mampu menekan angka stunting karena nilai.gizi yang baik. Dalam lomba ini ada tiga kategori makanan yaitu menu keluarga, menu balita dan kudapan anak.

 

Fathul Jannah menegaskan kampanye makanan bergizi berbahan baku lokal terus dilakukan hingga ke pelosok Kalsel. Di sisi lain angka stunting di Kalsel masih cukup tinggi berada di angka 22,9 persen. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :