Manajemen Tidak Sehat Perusda Bangun Banua Kesulitan Cari Investor

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARMASIN-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mulai melakukan restrukturisasi atau pembenahan tata kelola perusahaan daerah (BUMD) PT Bangun Banua. Banyaknya kebocoran dan manajemen tidak sehat pada pengelolaan unit usaha menyebabkan Perusda tersebut kesulitan mencari investor.

“Ada banyak permasalahan terkait tata kelola perusahaan sebelumnya dan beberapa kasus berkaitan dengan masalah hukum. Ini menyebabkan kita kesulitan mencari investor untuk pengembangan usaha Perusda ini,” ungkap Direktur Utama PT Bangun Banua, Afrizaldi, Kamis (6/8).

Karena itu sejak setahun terakhir pihaknya mulai melakukan restrukturisasi tata kelola perusahaan melingkupi seluruh anak usaha PT Bangun Banua. Afrizaldi memaparkan sejumlah unit usaha Perusda Bangun Banua dalam kondisi merugi seperti usaha jasa perhotelan Batung Batulis di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Dua usaha hotel terpaksa kita tutup karena merugi dan tidak memungkinkan dipertahankan, meski kita tahu hotel ini memiliki nilai sejarah bagi.daerah,” ujarnya. Demikian juga dengan bisnis property yang merugi maupun bisnis pangan justru tidak memberikan keuntungan dan lebih bersifat lembaga sosial membantu menekan inflasi daerah.

Di sisi lain sejumlah aset perusahaan berupa tanah menghadapi masalah hukum, serta pemanfaatan lahan oleh pihak ketiga yang berpotensi menjadi masalah di kemudian hari. Afrizal juga mengakui pada saatnya dirinya diangkat sebagai direktur utama, perusahaan tersebut dalam kondisi tidak sehat dan menghadapi masalah hukum berupa temuan BPK yang terkait potensi hilangnya PAD hingga Rp43 miliar untuk bagi hasil (deviden) bisnis retribusi dan pengerukan alur ambang Sungai Barito. Serta kondisi sejumlah unit usaha BUMD yang merugi.

Saat ini PT Bangun Banua praktis hanya mengandalkan PT Ambapers (konsorsium bersama Pelindo) menjadi penghasil deviden utama lewat jasa pemeliharaan alur Sungai Barito. Beberapa anak usaha baru dirintis bergerak di sektor ritel seperti tiket, bengkel, agen gas melon hingga servise AC.

Sedangkan unit usaha PT Dangsanak Banua Sebuku yang berkaitan dengan PI eksploitasi gas di Pulau Sebuku sejak beberapa tahun lalu, belum membuahkan hasil. “Kami berharap dengan restrukturisasi ini, perusahaan akan menjadi sehat dan mampu menarik investor. Ada banyak potensi usaha yang sebenarnya bisa dikembangkan perusda ini,” tuturnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Meski banyak kebocoran PT Bangun Banua tercatat mampu memberikan PAD bagi Provinsi Kalsel sebesar Rp8,1 miliar pada 2025 dan Rp9,1 miliar pada 2026. Total aset PT Bangun Banua tercatat sebesar Rp135 miliar. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :