BANJARMASIN – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin menggelar operasi SAR besar-besaran di kawasan Pelabuhan Trisakti, Provinsi Kalimantan Selatan, menyusul laporan adanya satu orang Anak Buah Kapal (ABK) yang terjatuh dan hilang di perairan sungai pada Jumat dini hari.
Peristiwa tersebut menimpa Prasetyo Adi Wibowo (24), seorang ABK dari KM Cemara Nusantara 6 yang berasal dari Temanggung, Jawa Tengah. Berdasarkan kronologi kejadian, pada pukul 02.30 WITA, korban dilaporkan terpeleset saat hendak naik ke atas kapal. Rekan-rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan darurat, namun derasnya arus dan kondisi lingkungan membuat korban dengan cepat hilang dari pandangan dan tenggelam.
Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin segera mengerahkan satu tim rescue yang terdiri dari tujuh personel pada pukul 05.30 WITA. Tim bergerak menggunakan truk personel menuju Dermaga SAR Basirih dan melanjutkan pencarian menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 menuju lokasi kejadian.
Operasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur SAR, di antaranya Rescuer Kantor SAR Banjarmasin, Pos TNI AL, Polairud Polres Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin, Polsek Pelabuhan, tim Water Rescue, serta dukungan dari rekan-rekan korban di KM Cemara Nusantara 6. Dalam proses pencarian, tim dibekali dengan peralatan canggih seperti Aqua Eye untuk pendeteksian objek di bawah air, dua set peralatan selam, serta peralatan water rescue lengkap.
SMC (SAR Mission Coordinator) sekaligus Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, memberikan keterangan resmi terkait jalannya operasi di lapangan.
“Saat ini tim gabungan sedang bekerja maksimal di lokasi kejadian untuk menyisir area sekitar jatuhnya korban. Fokus awal kami adalah melakukan pemindaian menggunakan Aqua Eye guna memetakan posisi korban di bawah permukaan air, yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan penyelaman jika kondisi memungkinkan. Cuaca di lapangan terpantau cerah, namun kami tetap mewaspadai kondisi arus sungai yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ujar I Putu Sudayana.
Beliau juga menambahkan mengenai kondisi operasi dan imbauan keselamatan bagi para pekerja di area pelabuhan. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. Kami juga mengimbau kepada seluruh awak kapal dan pekerja di wilayah pelabuhan agar selalu mengutamakan prosedur keselamatan, terutama penggunaan alat pelindung diri (APD) seperti life jacket saat beraktivitas di area yang berisiko tinggi, guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.”
Hingga berita ini diturunkan, status korban masih dinyatakan DP (Dalam Pencarian). Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran secara sistematis di sekitar dermaga dan memperluas radius pencarian sesuai dengan arah arus air. Pihak keluarga korban telah diinformasikan mengenai perkembangan operasi ini, dan seluruh unsur di lapangan tetap bersiaga penuh untuk menuntaskan misi kemanusiaan ini.(L03)