SPI dan Komunitas Lingkungan Hijaukan Bukit Petruk

750 x 100 AD PLACEMENT

SORE itu, meski terik mentari masih terasa cukup menyengat tak menyurutkan semangat puluhan peserta kegiatan menanam pohon (reforestasi) dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026. Bukit Petruk, Sungai Ulin, di pinggiran Kota Banjarbaru, merupakan kawasan lahan tidur yang dipenuhi hamparan semak belukar dan pohon akasia liar sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan agar nantinya dapat menjadi produktif.

Menariknya puluhan peserta kegiatan menanam pohon yang difasilitasi Sèrikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan ini, didominasi kaum perempuan. Banyak dari mereka masih berusia belia. Mereka tergabung dalam berbagai komunitas lingkungan antara lain Putik Bersih Indonesia, Sekolah Alam Ekologi, Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Kalsel, FKPPI, Komunitas Coffee Tangkiling serta Akademisi Muda Faperta Universitas Lambung Mangkurat.

Sebanyak 300 pohon berbagai jenis seperti ulin, pohon buah-buahan (jambu, sirsak, kelapa, jengkol) hingga tanaman kopi ikut ditanam untuk menghijaukan kawasan perbukitan yang sejatinya cocok dikembangkan menjadi obyek wisata, karena panorama alam nan indah ini. Untuk menghindari tanaman kering dan mati karena kemarau, dilakukan penyiraman rutin hingga akar tanaman tumbuh dan benar-benar kuat.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Bukit Petruk sengaja kita pilih untuk kegiatan kali ini, karena kita ingin menyulap areal lahan tidur ini menjadi produktif dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Baik dari hasil produksi pohon yang ditanam setelah berbuah, kelestarian lingkungan, termasuk potensi wisata kawasan ini,” ungkap Ketua SPI Kalsel, Dwi Putera Kurniawan.

Kegiatan ini dikatakan Dwi memfokuskan pada partipasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan. Juga upaya menciptakan kemandirian pangan di masa depan. “Kita tahu banyak petani khususnya petani muda yang terkendala lahan. Maka kita bekerjasama dengan TNI selaku pemilik lahan seluas empat hektare di Bukit Petruk ini untuk dimanfaatkan,” tuturnya.

Konsepnya siapa yang menanam nantinya akan dapat menikmati hasil panen, termasuk masyarakat sekitar. Saat ini program yang disebut “membangunkan lahan tidur” oleh SPI ini ada di dua lokasi yaitu Bukit Petruk, Banjarbaru seluas empat hektare dan Karang Intan, Kabupaten Banjar seluas 20 hektare “Pemanfaatan dan pengolahan lahan tidur ini juga bertujuan untuk membantu mencegah terjadinya karhutla,” kata Dwi.

Sekolah Alam

750 x 100 AD PLACEMENT

Selain menanam pohon, kegiatan peringatan Hari Bumi 2026 ini juga dibarengi kegiatan diskusi, sharing pengalaman dan edukasi lingkungan yang disebut Sekolah Alam. Perubahan iklim, pemanasan global juga isu-isu lingkungan lokal seperti ancaman karhutla dan peran generasi muda menjaga kelestarian lingkungan menjadi topik bahasan Sekolah Alam.

“Kami terus mendorong keikutsertaan generasi muda dalam upaya bersama memulihkan bumi. Tidak hanya penghijauan tapi juga bagaimana kegiatan menanam dapat memberi manfaat secara ekonomi, menumbuhkan ketertarikan mereka di bidang pertanian dan akhirnya tercipta kemandirian pangan dan kesejahteraan,” tutur Hafiz, Koordinator Sekolah Alam SPI.

Suasana Sekolah Alam berlangsung semarak, di tengah semilir hembusan angin di bawah pepohonan sore menjelang senja, menghadirkan diskusi hangat dan “berisi” seputar lingkungan. Aneka cemilan hasil kebun berupa uji jalar, kacang, singkong, jeruk juga minuman kopi lokal menjadi sajian selama diskusi.

Senada, Istiqomah Nuzula, Founder Putik Bersih Indonesia, menegaskan tentang pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda dalam pemulihan lingkungan.
Putik Bersih adalah komunitas lingkungan diprakarsai sejumlah perempuan muda di Banjarmasin pada 2021 silam. Komunitas ini berfokus pada pelestarian lingkungan melalui aksi nyata pengurangan sampah, penghijauan serta edukasi lingkungan melibatkan generasi muda dan kelompok perempuan. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :