Durian Otong Dikembangkan

750 x 100 AD PLACEMENT

BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) terus mendorong pengembangan tanaman endemik hortikultura sebagai upaya memperkuat kemandirian benih dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto, mengatakan pihaknya berkomitmen mengembangkan benih unggul asli daerah agar kebutuhan hortikultura tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Program perbenihan ini kita arahkan untuk mengembangkan produk-produk berkualitas khas Kalimantan Selatan. Artinya, kebutuhan benih bisa dipenuhi dari daerah sendiri tanpa harus mendatangkan dari luar,” ujarnya.

Menurut Sigid, Kalimantan Selatan memiliki potensi besar pada varietas tanaman lokal dengan kualitas tinggi dan nilai ekonomi yang menjanjikan, terutama pada komoditas buah-buahan seperti durian. Beberapa varietas unggulan yang dikembangkan di antaranya durian kani, durian otong, serta jenis durian lokal lainnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pengembangan dilakukan melalui teknik sambung pucuk dengan menggabungkan varietas lokal unggulan untuk menghasilkan bibit berkualitas. Setelah melalui proses tersebut, bibit kemudian disertifikasi sebelum dipasarkan ke masyarakat.

“Hasilnya tidak kalah dengan durian dari luar daerah. Terutama durian otong, itu sangat diminati dan kualitasnya luar biasa,” jelasnya, di Banjarbaru, Senin (13/4/2026).

Selain durian, BBTPH juga mengembangkan komoditas jeruk melalui metode okulasi. Teknik ini dilakukan dengan memanfaatkan batang bawah dari tanaman liar yang kemudian dikombinasikan dengan varietas unggulan seperti jeruk siam Banjar.

Di sektor tanaman lainnya, pengembangan pisang dilakukan melalui metode kultur jaringan, dengan fokus pada varietas khas daerah yakni pisang kepok manurun. Komoditas ini disebut memiliki permintaan tinggi di masyarakat.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Pisang kepok manurun ini sangat diminati. Kita kembangkan melalui kultur jaringan agar menghasilkan bibit yang seragam dan berkualitas,” ungkapnya.

Tak hanya itu, BBTPH Kalsel juga mengembangkan berbagai tanaman endemik lainnya seperti alpukat lokal, mundar, kueni, hingga kasturi yang menjadi ciri khas Kalimantan Selatan.

Dalam satu tahun, BBTPH mampu menyediakan ratusan bibit tanaman hortikultura. Untuk durian dan jeruk, stok yang tersedia mencapai sekitar 600 batang yang telah bersertifikat dan siap edar. Sementara untuk pisang, produksi terus ditingkatkan menyesuaikan tingginya permintaan.

Seluruh bibit yang diproduksi BBTPH telah melalui proses sertifikasi resmi dengan label biru dan ungu sebagai jaminan mutu. Hal ini menjadi syarat penting sebelum bibit dipasarkan kepada masyarakat maupun pihak ketiga.

750 x 100 AD PLACEMENT

Untuk memperluas akses pemasaran, BBTPH juga aktif membuka lapak penjualan di berbagai kegiatan, termasuk Car Free Day (CFD) di kawasan perkantoran gubernur. Harga bibit yang ditawarkan pun terjangkau, berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per batang, sesuai dengan ketentuan retribusi daerah.

Sigid berharap, melalui pengembangan tanaman endemik hortikultura ini, masyarakat semakin tertarik menanam varietas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah.

“Dengan benih unggul lokal yang berkualitas, kita optimistis sektor hortikultura di Kalimantan Selatan bisa semakin berkembang dan berdaya saing,” pungkasnya. (L03)

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :