Karhutla di Lima Desa Bengkalis Padam, Upaya Mitigasi Terus Dilakukan

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

Pekanbaru — Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, resmi dinyatakan tuntas setelah lebih dari sepekan penanganan intensif.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa status tersebut ditetapkan setelah proses mopping up dan penilaian akhir dilakukan pada Kamis (9/4/2026).

750 x 100 AD PLACEMENT

“Setelah melaksanakan mopping up dan penilaian terakhir, operasi pemadaman karhutla di Bengkalis kami nyatakan tuntas padam,” ujar Ferdian di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, titik terakhir penanganan berada di Desa Kelemantan Barat, dengan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan tidak ada potensi api kembali muncul.

Pada tahap akhir operasi, tim juga mulai melakukan langkah mitigasi. Satu unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan kanal serta membuat embung air sebagai sumber cadangan jika terjadi kebakaran di masa mendatang.

“Selain mopping up, tim juga melakukan pembersihan kanal dan pembuatan embung sebagai langkah mitigasi,” tambahnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Sebelumnya, alat berat tersebut dipindahkan dari Desa Sekodi ke Kelemantan Barat karena kendala ketersediaan air. Api sempat mendekati kebun sagu milik warga sebelum berhasil dikendalikan.

Ferdian memastikan seluruh wilayah terdampak telah dinyatakan bersih, meliputi Desa Sekodi, Palkun, Kembung Luar, hingga Kelemantan Barat.

Dengan kondisi tersebut, tim Manggala Agni mulai melakukan demobilisasi secara bertahap. Dalam operasi pemadaman, dukungan udara juga dikerahkan melalui helikopter water bombing yang melakukan dua kali penyiraman, didukung kondisi cuaca yang cukup baik pascahujan.

Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Kepolisian yang bekerja melalui jalur darat maupun udara. “Terima kasih atas dukungan semua pihak selama operasi dilaksanakan,” ungkapnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Meski api telah padam, upaya pencegahan tetap dilanjutkan melalui operasi modifikasi cuaca guna menjaga kelembapan lahan gambut serta mengisi sumber air di wilayah rawan karhutla.

Diketahui, kebakaran melanda satu hamparan di lima desa di Pulau Bengkalis dengan luas lahan terbakar diperkirakan lebih dari 100 hektare.

Dalam operasi tersebut, tiga regu Daerah Operasi (Daops) Siak dan satu regu bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Pekanbaru dikerahkan untuk menangani kebakaran hingga tuntas.(L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :