BANJARBARU- – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, meresmikan operasional Safety Driving Center (SDC) Polda Kalimantan Selatan yang berlokasi di Kantor RTMC Polda Kalsel, Jalan Ahmad Yani KM 21, Kota Banjarbaru, Rabu (8/4/2026).
Peresmian pusat pelatihan mengemudi ini tidak hanya menjadi tonggak baru bagi transformasi pelayanan publik Polri, tetapi juga berhasil menorehkan prestasi dengan meraih Rekor MURI.
Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kapolda Kalsel, Gubernur, dan Dirlantas atas keberhasilan mengimplementasikan fasilitas yang dinilai hampir sempurna tersebut.
Kakorlantas menekankan bahwa kehadiran SDC merupakan jawaban atas masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas.
SDC hadir untuk memastikan setiap pengemudi memiliki keterampilan dan kompetensi yang mumpuni melalui pelatihan yang terukur.
“Lalu lintas adalah cermin undang-undang. Kunci utama menekan angka kecelakaan adalah bagaimana pengemudi terampil dan punya kompetensi. Di sinilah tempat mereka dilatih,” ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat diwawancarai.
Ia juga memuji keberhasilan Operasi Ketupat di Kalsel yang mampu menurunkan tingkat fatalitas korban meninggal dunia hingga 65 persen.
Menurutnya, prestasi ini berkaitan erat dengan komitmen wilayah dalam meningkatkan edukasi keselamatan berkendara.
“Ini prestasi yang cukup tinggi. Ini juga dikaitkan dengan adanya SDC semoga masyarakat bisa berlatih di sini, baik itu dari sisi aspek teori maupun praktek,
karena instruktur-instruktur yang sudah terlatih ada di Polda Kalsel, khususnya di SDC ini,” sebutnya.
Meskipun beberapa Polda di Indonesia sudah memiliki unit serupa, Kakorlantas menyebut SDC Polda Kalsel sebagai salah satu yang terbaik dan terlengkap.
Ia menilai fasilitas SDC di Banjarbaru ini mendekati standar Indonesia Safety Driving Center (ISDC) milik Korlantas Polri.
“Di Riau juga sudah ada, di beberapa polda juga sudah ada, tetapi polda Kalimantan Selatan, mungkin karena Kapolda-nya sangat atensi ya, sehingga bisa mencontoh SDC yang hampir sempurna,” jelasnya.
Di samping itu ia menyebut instruktur atau para pengajar di SDC Polda Kalsel merupakan tenaga ahli yang sudah terlatih bahkan beberapa di antaranya memiliki sertifikasi tingkat Asia Tenggara.
Selain untuk keselamatan lokal, keberadaan SDC ini diproyeksikan membuka peluang kerja bagi warga Kalimantan Selatan. Kakorlantas mengungkapkan adanya kebutuhan tenaga pengemudi profesional dalam skala besar dari luar negeri.
“Beberapa perusahaan besar di Jepang berencana merekrut hingga 30.000 tenaga driver dari Indonesia. Kalimantan Selatan akan kami beri porsi untuk melatih tenaga kerja tersebut di sini agar mereka memiliki sertifikat kemampuan dan kemahiran yang diakui secara formal,” tambahnya.
Melalui peresmian ini, diharapkan masyarakat di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kalimantan Selatan pada umumnya dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk mengasah kemampuan berkendara, baik dari aspek teori maupun praktik, demi terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik. (L03)