Kalsel Canangkan PSEL Banjarmasin Raya

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Tiga daerah di Provinsi Kalimantan Selatan mencanangkan pembangunan
instalasi pengelolah sampah berbasis teknologi ramah lingkungan menjadi energi listrik (PSEL) Banjarmasin Raya sebagai komitmen penanganan sampah di wilayah tersebut.

Pencanangan pembangunan PSEL melibatkan Pemerintah Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar yang ditandai
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) skema aglomerasi, Kamis (9/4) di Banjarbaru. Penandatanganan ini disaksikan Hanifah Dwi Nirwana, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/BPLH-RI.

“Kementerian LH mengapresiasi komitmen dari pemerintah daerah di Kalsel dalam upaya penanganan dan pengolahan sampah yang menjadi prioritas pemerintah. Di Kalsel setiap hari volume sampah dihasilkan sebesar 2.100 ton dan baru 39 persen yang terkelolah, sehingga menjadi pekerjaan rumah serius untuk ditangani,” tutur Hanifah.

750 x 100 AD PLACEMENT

PSEL Banjarmasin Raya diperkirakan akan beroperasi pada 2029 melalui investasi Danantara. “Setelah penandatanganan PKS ini akan dibahas oleh Menteri LH dan nantinya akan diajukan ke Danantara untuk realisasi investasi PSEL ini. Kementerian LH memastikan kesiapan daerah,” kata Hanifah sembari menyebut pembangunan PSEL diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah di Kalsel.

Lebih jauh Hanifah menegaskan agar Pemda lebih serius menyelesaikan permasalahan sampah terutama pemilihan sampah di sumbernya yaitu rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Rahmat mengatakan instalasi PSEL Banjarmasin Raya direncanakan dibangun di kawasan TPA Basirih Banjarmasin. “Untuk PSEL ini Banjarmasin menjadi penyumbang sampah terbesar sekitar 500 ton dan dibantu Barito Kuala dan Banjar, total sekitar 600-700 ton. Ini sebenarnya masih kurang dari standard PSEL 1000 ton, tetapi nanti mungkin ada teknologi yang bisa meski kapasitasnya kurang,” ujarnya.

Walikota Banjarmasin, M Yamin berharap instalasi PSEL Banjarmasin Raya dapat segera beroperasi guna mengatasi peliknya permasalahan sampah di Kota Banjarmasin. “Kita siapkan lahan di sekitar TPA Basirih seluas lima hektare. Namun sebelum PSEL ini beroperasi kita akan terus mengoptimalkan penanganan sampah dari hulu hingga hilir, pemilahan di tingkat rumah tangga maupun TPS3R. Kita akui masalah sampah ini belum tertangani maksimal,” ujar Yamin.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pengelolaan sampah di Banjarmasin menjadi salah satu yang terburuk di Kalsel, dimana Kementerian LH memberikan sanksi penutupan TPA Basirih. Tercatat sampah terkelola di kota berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut kurang dari 30 persen. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :