Antisipasi Karhutla Kalsel Percepat Panen Raya

750 x 100 AD PLACEMENT

 

BANJARBARU-Daerah-daerah sentra pertanian di Provinsi Kalimantan Selatan tengah memasuki panen raya periode Maret hingga Mei mendatang. Antisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akibat kemarau ekstrem pertani dihimbau percepat panen raya.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel mencatat panen raya telah berlangsung sejak akhir Maret dan diperkirakan hingga Mei 2026 mendatang. Pada periode ini jumlah panen mencapai 250.412 ton atau naik dari periode yang sama tahun 2025 yaitu sebanyak 174.554 ton.

“Meski dibayangi ancaman kemarau ekstrem dan panjang, daerah sentra pertanian Kalsel tetap panen raya. Kita optimis produksi padi akan mencapai 1,2 juta ton sesuai target,” ungkap Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, Senin (6/4).

750 x 100 AD PLACEMENT

Diakuinya sektor pertanian Kalsel menghadapi berbagai tantangan, mulai dari anggaran yang sangat terbatas. “Anggaran pertanian Kalsel ini hanya Rp128 miliar sudah sama gaji pegawai, tidak sampai satu persen dari APBD. Padahal sektor pangan ini sangat penting dan vital,” tegas Syamsir.

Tantangan lainnya adalah ancaman bencana banjir saat penghujan dan karhutla saat kemarau. “Ribuan hektare lahan pertanian mengalami kerusakan akibat bencana baik banjir maupun karhutla setiap tahunnya. Musim tanam kita hanya efektif tujuh bulan dalam setahun. Namun produksi padi Kalsel tergolong bagus dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan,” ujarnya.

Serangan hama dan kekeringan juga menjadi ancaman pertanian di Kalsel. Terkait ancaman karhutla dan kekeringan ini, Syamsir mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah antisipasi seperti himbauan agar petani tidak melakukan pembakaran saat pembersihan lahan maupun persiapan musim tanam, serta praktek panen dengan memotong batang padi hingga akar.(L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :