BANJARMASIN-Perang di kawasan Timur Tengah semakin memanas dan berdampak langsung pada dihentikannya sejumlah penerbangan internasional di Arab Saudi. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan konflik dan kondisi para jemaah umrah asal Kalsel.
Humas Kemenag Kalsel, Hidayat, Rabu (4/3) mengatakan sejauh ini kondisi jemaah umrah asal Kalsel aman. “Sejauh ini aman, informasi yang kami terima untuk jemaah Kalsel rata-rata menggunakan travel asli daerah dan maskapai penerbangan nasional bukan maskapai negara-negara konflik,” ungkapnya.
Dikatakan Hidayat, setiap tahun jumlah warga Kalsel yang berangkat umrah mencapai puluhan ribu orang, termasuk meningkatnya jumlah jemaah umrah saat bulan ramadhan.
Diketahui pecahnya perang Iran melawan AS-Israel telah merambat ke berbagai negara di Timur Tengah. Pemerintah RI melalui Kementerian Haji dan Umrah Indonesia telah melakukan langkah-langkah untuk
memastikan perlindungan maksimal bagi jamaah, baik yang akan berangkat maupun sedang menjalankan ibadah di tanah suci.
Saat ini, Pemerintah Arab Saudi belum menutup penerbangan komersial secara keseluruhan. Namun sejumlah maskapai internasional seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways menghentikan sementara operasional rute tertentu sejak 28 Februari 2026.
Beberapa maskapai masih tetap beroperasi melayani rute ke Arab Saudi, di antaranya Garuda Indonesia dan Saudia. Situasi konflik ini mengharuskan proses penyesuaian jadwal keberangkatan maupun kepulangan jamaah harus dilakukan secara cermat, cepat, dan terkoordinasi.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah Indonesia telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menunda keberangkatan umrah sebagai langkah antisipatif. Hal ini untuk menghindari risiko keselamatan serta mencegah potensi kendala logistik dan transportasi di tengah dinamika geopolitik. (L03)