KLH/BPLH Siapkan Data Jasa Lingkungan Hidup untuk Restorasi Tesso Nilo dan Ekosistem Gajah

750 x 100 AD PLACEMENT

 

PELALAWAN – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, menyatakan kesiapan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) dalam mendukung upaya reforestasi kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melalui penyediaan peta Jasa Lingkungan Hidup (JLH). Peta tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan serta pembangunan kembali ekosistem gajah.

“Kami mendukung penuh langkah ini demi penyelamatan lingkungan. Melalui peta JLH, KLH/BPLH akan membantu memprioritaskan wilayah dengan nilai jasa lingkungan tinggi untuk rehabilitasi dan restorasi. Selain itu, dalam pembangunan ekosistem gajah atau pembuatan saltlick, kami dapat menyediakan data peta JLH pengatur air,” jelas Wamen Diaz.

Selain itu, Wamen Diaz menyampaikan bahwa KLH/BPLH juga dapat memperkuat rehabilitasi melalui dukungan pendanaan. “Kami juga bisa mengakses pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk upaya rehabilitasi dan reforestasi,” ujar Wamen Diaz.

750 x 100 AD PLACEMENT

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Launching Pemulihan/Reforestasi Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Desa Segati, Kecamatan Langgam, yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Riau.

Sebagaimana diketahui, TNTN tengah mengalami degradasi yang cukup serius, dengan lebih dari 90% kawasannya diperkirakan telah mengalami kerusakan. Wamen Diaz menegaskan bahwa dukungan KLH/BPLH merupakan wujud komitmen dalam penghijauan kembali kawasan tersebut. “Kami berkomitmen untuk menghijaukan kawasan Tesso Nilo karena tadinya ada 81 ribu ha, sekarang jadi tinggal sedikit, jadi kami mendukung program reforestasi ini,” tegas Wamen Diaz.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyampaikan bahwa sinergi 11 kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan restorasi dan rehabilitasi TNTN. “Dengan sinergi kolaborasi dengan 11 kementerian dan lembaga, persoalan ini kita bisa atasi bersama, hari ini kita reforestasi 400 ha, tapi tahun ini kami targetkan 2.574 ha di tahap pertama,” tegas Menteri Raja.

Selain itu, Plt. Gubernur Riau sekaligus Kepala Tim Percepatan Pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo (TP2TNTN), Sofyan Franyata Hariyanto, mengungkapkan harapannya agar dukungan pemerintah pusat terus diperkuat sehingga pemulihan dapat berjalan optimal.

750 x 100 AD PLACEMENT

“Kami di daerah siap melaksanakan dan mengawal implementasi di lapangan, kami berharap dukungan dari pemerintah pusat terkait dukungan operasional memadai, sehingga pemulihan hingga tahun 2028 bisa berjalan efektif,” ungkap Sofyan Franyata.{{L03}}

 

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :