Kalsel Perkuat Buffer Stok Daerah Rawan Bencana

750 x 100 AD PLACEMENT

 

 

BANJARBARU-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat persediaan cadangan (buffer stok) di sejumlah daerah rawan bencana di wilayah tersebut. Sepanjang 2026 Kalsel mengalami 14 kejadian bencana yang melanda sembilan kabupaten/kota dengan kerugian mencapai Rp208 miliar lebih.

“Guna memudahkan distrubusi bantuan saat bencana maka kita terus memperkuat buffer stok ke daerah-daerah rawan bencana,” ungkap Kepala Bidang Kebencanaan Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi, Rabu (18/2).

750 x 100 AD PLACEMENT

Sejauh ini ada tiga daerah rawan bencana yang mendapatkan tambahan buffer stok sebagai jaring pengaman saat terjadi bencana meliputi Kabupaten Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Tengah. Di wilayah ini cadangan bantuan tanggap darurat mulai menipis. Ditambah penambahan stok untuk 46 lumbung sosial di berbagai kabupaten.

“Buffer stok berupa peralatan dan permakanan yang berasal dari Dinas Sosial Provinsi juga Kemensos. Ini untuk mempermudah penanganan bencana di lapangan, khususnya bantuan bagi penyintas bencana. Kita juga menambah tenda-tenda pengungsian apabila terjadi pengungsian,” tuturnya.

Diakui Ahmadi, Kalsel merupakan salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi di Indonesia terutama bencana banjir. Pada akhir Desember 2025 hingga Januari 2026, banjir besar melanda sembilan kabupaten/kota di Kalsel dengan jumlah warga terdampak bencana mencapai 75 ribu lebih keluarga atau 229 ribu jiwa.

Secara keseluruhan sepanjang 2026 frekwensi bencana di Kalsel sebanyak 14 kejadian bencana yang didominasi bencana banjir. Kerugian akibat bencana ini tercatat mencapai Rp208 miliar. Sedangkan pada 2025 terjadi 148 kali peristiwa bencana dengan kerugian sebesar Rp230 miliar. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :