BANJARMASIN-Bencana hidrometeorologi kembali mengintai wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, menyusul cuaca buruk berupa hujan dan angin kencang melanda sejak beberapa waktu terakhir. Sejumlah desa pada Tiga kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dilanda banjir.
Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat sejak akhir pekan beberapa wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah meliputi Kecamatan Barabai, Batu Benawa dan Pandawan dilanda banjir. Luapan banjir menggenangi areal permukiman, jalanan hingga areal pertanian warga.
Di Desa Jaranih dan Desa Masiraan Kecamatan Pandawan, banjir terjadi sejak Sabtu (25/10) petang dengan ketinggian banjir rata-rata 20cm-50cm menggenagi areal permukiman warga. “Masih dilakukan pendataan terkait jumlah warga terdampak banjir di Hulu Sungai Tengah,” ungkap Plt Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, dalam laporan kebencanaannya, Minggu (26/10).
BPBD Kalsel meminta semua daerah untuk meningkatkan kewaspadaan ancaman bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor dan angin kencang, seiring kondisi cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel. Hal ini juga didasarkan prediksi BMKG Kalsel dan peringatan dini tentang kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat melanda wilayah Kalsel.
Cuaca buruk juga diprediksi melanda wilayah perairan dengan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter di perairan Kotabaru, Tahah Bumbu dan laut Kalimantan. Panrauan Media, lebih dari sepekan hujan melanda sebagian besar wilayah Kalsel. Derasnya hujan dengan waktu cukup lama membuat sejumlah wilayah terutama daerah dataran rendah di beberapa daerah seperti Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala terendam. (L03)