Dukung Pelestarian Lingkungan ULM Luncurkan Komik Digital Bekantan

750 x 100 AD PLACEMENT

Puluhan siswa SDN Marabahan Baru, Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala sangat antusias membaca sekaligus mengikuti permainan dalam komik digital tentang pelestarian Bekantan (nasalis larvatus) yang disosialisasikan kelompok mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Alur cerita dalam komik yang diisi game edukasi lingkungan ini menjadi daya tarik bagi para siswa bahkan para guru. Banyak dari mereka yang awalnya tidak mengetahui tentang habitat kera hidung panjang Bekantan yang menjadi maskot daerah serta pelestarian lingkungan menjadi mengerti.

“Komik digital ini merupakan bagian dari proyek sosial dalam program Youth in Action yang dilakukan ULM Banjarmasin bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) dan mendapat dukungan PT Kalimantan Prima Persada,” ungkap Ferry Setyawan, koordinator kegiatan edukasi, Sabtu (26/4).

750 x 100 AD PLACEMENT

Komik digital ini dirancang agar pengguna (user) mendapatkan sebuah pengalaman bermain yang interaktif. Pengguna akan terlibat langsung dalam alur permainan. Setiap keputusan pengguna akan
difungsikan sebagai input yang akan mempengaruhi alur cerita pada permainan. Alur cerita dalam game ini adalah berkaitan dengan kelestarian bekantan sebagai spesies yang dilindungi.

“Jika pengguna membuat suatu keputusan kecil, namun dalam jangka panjang akan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem bekantan, maka cerita akan diakhiri dengan kepunahan bekantan hingga tinggal nama dan ceritanya saja. Rusaknya ekosistem mangrove sebagai habitat bekantan misalnya; ini akan memberikan cerita dimana semakin panasnya suhu bumi yang diakibatkan oleh semakin tingginya emisi gas rumah kaca (GRK), kemudian juga efek negatif seperti terjadinya abrasi bencana yang diakibatkan oleh gelombang pasang yang destruktif, dan masih banyak efek negatif lainnya,” papar Ferry.

Lebih jauh Ferry menambahkan pada tahun 2004, populasi bekantan diperkirakan mencapai 25.000 ekor, dengan 5.000 ekor berada di kawasan konservasi. Sedangkan pada 2017 menurut data BKSDA Kalsel turun signifikan menjadi hanya 2.224 ekor.

Penurunan populasi ini disebabkan oleh kegiatan pertanian dan pengelolaan lahan yang
mempersempit habitat (Wilson & Wilson, 1975; Alikodra, 1997).
Faktor lain yang menyebabkan penurunan populasi bekantan adalah kerusakan habitat akibat
pembangunan dan kebakaran hutan, serta perburuan liar (SBI, 2017).

750 x 100 AD PLACEMENT

Fahrullah, Kepala SDN Marabahan Baru, mengapresiasi sosialisasi komik digital kepada siswanya dan berharap dalam jangka panjang para siswa akan ikut berpartisipasi melestarikan
ekosistem bekantan, lingkungan dan keragaman biodiversitas. “Keragaman biodiversitas dan kelestarian alam ini akan memberikan potensi secara ekonomi dengan penyediaan jasa
lingkungan bagi masyarakat,” ujarnya.

Edukasi lingkungan dan sosialisasi komik digital ini juga disertai kegiatan susur sungai melihat habitat bekantan di sepanjang hutan mangrove Sungai Barito yang diikuti para siswa dan tenaga didik SDN Marabahan Baru. (L03)

750 x 100 AD PLACEMENT
Anda mungkin juga menyukai :