BANJARBARU,- Provinsi Kalimantan Selatan ditetapkan dalam status Siaga Bencana Hidrometeorologi berupa banjir, angin kencang dan tanah longsor (Batingsor) seiring semakin meningkatnya intensitas hujan yang turun di wilayah tersebut.
“Hari ini per 31 Oktober 2024 status kebencanaan darurat siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan Kalsel berakhir. Saat ini Kalsel dalam status siaga bencana batingsor,” tutur Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Kamis (31/10).
Provinsi Kalsel sendiri mengalami fase kemarau basah dimana musim kemarau sejak bulan Juli diselingi hujan. BMKG telah menerbitkan peringatan dini kewaspadaan potensi bencana akibat meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Kamis (31/10) sebagian besar wilayah Kalsel mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. “Kita telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota tentang kesiagaan menghadapi bencana batingsor ini,” kata Bambang.
Meski berstatus siaga bencana hidrometeorologi, pihaknya masih tetap menyiagakan satgas darat dan udara untuk mengatasi karhutla yang masih terus terjadi. Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat pada Rabu (30/10) karhutla terjadi di lima daerah meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan dan Banjar.
Tercatat luas hutan dan lahan yang terbakar sekitar 20 hektare. Sebagian areal yang terbakar merupakan kawasan hutan galam dan lahan gambut, terutama di wilayah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Barito Kuala. Termasuk terbakarnya areal plasma kebun sawit di Barito Kuala. (L03)