Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi antara pemerintah, para ulama, sektor swasta, dan seluruh elemen masyarakat, Kalsel semakin dikenal dunia internasional. Visi Kalsel Maju, yakni Makmur Sejahtera dan Berkelanjutan semakin nampak terlihat di depan mata.
Untuk itulah, tema pada Hari Jadi Kalsel ke-74 ini adalah “Niat Diganggam, Barakat Dikatam, Kalsel Babussalam”. Tema itu mengandung segudang doa untuk terus bergerak, bersatu dan bekerja bersama menuju Indonesia Emas 2045.
Dekat dengan masyarakat, itulah ciri khas Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor. Pria akrab disapa Paman Birin kerap menyapa warga di kampung. Setiap tahun, bersama para pejabat di Pemerintah Provinsi, suami Hj Raudhatul Jannah ini menjalankan program Turun ke Desa (Turdes).
Lewat Turdes itulah, sosok pemimpin merakyat ini bertatap muka, berdialog, bahkan bercanda dengan masyarakat nun jauh dari perkotaan. Lewat komunikasi itu, Paman Birin berkomunikasi dan menyerap aspirasi rakyatnya. Dari program itu pula, banyak lahir program dan proyek yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kalsel. Terutama terkait sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Setiap perjalanan menuju desa, Paman Birin juga selalu menyempatkan singgah ke warung-warung. Orang Nomor 1 di Kalsel ini selalu bercengkrama dengan penjual setempat, bahkan memborong dagangannya. “Saya ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat dan apa yang bisa kita bantu,” kata Paman Birin.
Walau sering diterpa hujan, kulit tersengat terik matahari dan bermandi keringat, Paman Birin tetaplah Paman Birin. Seorang gubernur yang selalu suka bertemu masyarakat desa. Senyumnya akan mengembang, saat desa yang pernah dikunjunginya mengalami kemajuan. “Sejak 2016, awal saya memimpin Turdes, jumlah desa sekitar 1.438 di antara 154 kecamatan sudah tidak ada lagi Desa Tertinggal. Semula kita memprediksi tuntas 2026 nanti, ternyata pada 2024 sudah tuntas,” ungkap Paman Birin, bersyukur.
Dan sejak sekarang, Kalsel tidak ada lagi kategori sebagai Desa Tertinggal. Paman Birin berhasil mendorong Desa Mandiri (808), Desa Maju (844) dan Desa Berkembang (219).
Paman Birin memang meninggalkan cerita mengharukan dan membanggakan. Program membangun desa sehingga berkembang, akses pendidikan yang terjangkau dan peningkatan perekonomian, mampu menyentuh hati warga. Tak sedikit warga, saat Paman Birin datang dengan hangat memeluk dirinya. Anak-anak menyambut ceria, para orang tua mengembang senyum menyambut dirinya. Seorang pemimpin yang peduli dengan rakyat.
Paman Birin dan Acil Odah Dorong Remaja Sehat, Ceria, dan Inovatif
Pemprov Kalsel mendorong program Gerakan Remaja Sehat, Ceria, Inovatif, Tangguh dan Aktif Bangun Negeri Bersama (Germas Cinta Banua) di sekolah-sekolah. Program ini selalu didorong Paman Birin bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah atau Acil Odah. Mereka sering berkunjung langsung ke sekolah dan menyapa, serta mengapresiasi adik-adik siswa di daerah.
Paman Birin dan Acil Odah selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel mendorong para siswa agar hidup sehat, mulai cek pemeriksaan tekanan darah, pengecekan berat dan tinggi badan, hingga pemeriksaan kadar CO2.
Membawa kegembiraan, Paman Birin dan Acil Odah menyerahkan bantuan hadiah untuk para siswa yang dinilai aktif belajar dan mampu menjawab setiap tantangan zaman. Terlebih menyambut generasi emas di tahun 2045 mendatang.
Paman Birin berbangga dengan sejumlah siswa yang bersemangat saat maju ke panggung, maka itulah yang dicari oleh penerus bangsa ke depan. Dengan bergerak, tentu saja hidup makin sehat. “Semangatnya luar biasa, terus bergerak. Lakukan aktivitas tubuh dan menciptakan kesenangan tiap hari. Sehingga hidup jadi sehat, maka utamakan juga menjaga lingkungan sekitar kita,” ucap Paman Birin memberi pesan ke siswa. (Lapsus)