
BANJARBARU, – Kesehatan lingkungan berperan penting dalam penanganan penularan penyakit polio di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yang masih tinggi. Pemprov Kalsel menargetkan imunisasi polio kepada 589.031 anak di 13 kabupaten/kota.
“Ada tujuh provinsi di Indonesia yang ditetapkan sebagai kasus luar biasa (KLB) polio. Meski Kalimantan Selatan tidak termasuk daerah KLB, namun risiko penularan masih tergolong tinggi,” tutur Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Rabu (24/7).
Saat ini pelaksanaan imunisasi dosis pertama sedang berlangsung di seluruh wilayah Kalsel sejak 23 hingga 26 Juli 2024. Sedangkan dosis kedua akan diberikan pada 6 -12 Agustus 2024.
Pemprov Kalsel, menargetkan seluruh anak usia 0 hingga 7 tahun, untuk mendapatkan vaksin polio, mengingat obat untuk penyakit menular ini belum ditemukan, dan hanya dapat dicegah dengan imunisasi. Polio menyebar melalui kontak orang ke orang.
Ketika seorang anak terinfeksi virus polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. Ini kemudian dibuang ke lingkungan melalui komunitas, terutama dalam situasi kebersihan dan sanitasi yang buruk. Sebelumnya Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio resmi dicanangkan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor di Banjarbaru.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah mengatakan bahwa imunisasi polio diberikan untuk anak usia 0 hingga 7 tahun sebanyak dua dosis.
“Dosis pertama diberikan pada 23 hingga 26 Juli 2024. Sedangkan dosis kedua diberikan pada 6 hingga 12 Agustus 2024,” jelasnya.
Selain itu akan ada sweeping untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan vaksin. Sebanyak 1.473 dosis vaksin pertama sudah didistribusikan dan digunakan untuk kegiatan imunisasi ke 13 kabupaten/kota. (L03)